Ruteng, VoxNTT.com – Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, meluncurkan Program Gereja dan Pemda Membangun Masyarakat Manggarai Barat (Gema Mabar) dalam pelaksanaan Sinode IV Keuskupan Ruteng di Ruteng, Selasa, 2 Juni 2026.
Program Gema Mabar difokuskan pada empat agenda utama, yakni penguatan ketahanan pangan dan produksi lokal, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta pariwisata berkelanjutan.
Menurut Bupati Edi, empat agenda tersebut sejalan dengan prioritas transformasi ekonomi daerah yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat.
Prioritas itu meliputi penguatan sektor pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, peningkatan produksi lokal untuk menangkap peluang pasar yang berkembang, penguatan ekonomi kerakyatan agar manfaat pembangunan dirasakan masyarakat secara lebih luas, serta peningkatan kualitas SDM dan kelembagaan masyarakat sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.
Edi menegaskan, Gereja memiliki posisi strategis dalam mendukung pembangunan karena memiliki jangkauan sosial yang luas, pengalaman panjang dalam pemberdayaan umat, dan kedekatan dengan kelompok sasaran pembangunan.
Ia menilai keterlibatan aktif Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam Sinode IV Keuskupan Ruteng menunjukkan komitmen bersama untuk mewujudkan transformasi ekonomi yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Edi juga mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk Gereja, lembaga keagamaan, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, media, komunitas, dan dunia usaha untuk terlibat dalam kolaborasi pembangunan tersebut.
“Marilah kita memperkuat kolaborasi, memperkuat partisipasi, dan memperkuat kepedulian terhadap sesama. Sebab pada akhirnya, pembangunan bukan hanya tentang membangun daerah, tetapi tentang membangun manusia dan memuliakan kehidupan,” kata Edi dalam sambutannya.
Pada kesempatan itu, Edi menyoroti dua peluang ekonomi besar yang dinilai dapat memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat Manggarai Barat.
Peluang pertama adalah sektor pariwisata yang selama ini menjadi leading sector dan menggerakkan berbagai bidang usaha seperti akomodasi, transportasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta ekonomi kreatif.
Namun, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam memperkuat rantai pasok lokal agar kebutuhan industri pariwisata dapat dipenuhi oleh produsen daerah.
Peluang kedua berasal dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai berpotensi menciptakan perputaran ekonomi hingga ratusan miliar rupiah setiap tahun.
Program tersebut membuka peluang bagi petani, nelayan, peternak, dan pelaku UMKM lokal untuk terlibat dalam rantai pasok pangan.
Untuk mendukung hal itu, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mengembangkan lumbung MBG sebagai platform informasi yang memetakan kebutuhan dan ketersediaan pasokan pangan sehingga peluang ekonomi dapat lebih terhubung dengan produksi lokal.
Sinode IV Keuskupan Ruteng mengusung tema “Berziarah Bersama dalam Pengharapan: Beriman, Bersaudara, dan Misioner”.
Kegiatan ini dihadiri para pastor paroki dan ketua dewan paroki dari 61 paroki di Keuskupan Ruteng, serta perwakilan pemerintah, kelompok religius, komunitas gerejawi, dan berbagai kelompok sosial.
Peluncuran Gema Mabar menjadi penanda penguatan sinergi antara Keuskupan Ruteng dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam mendorong pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. [VoN]

