Ruteng, VoxNTT.com – Mahasiswa anggota Sanggar Lando Uwa Universitas Katolik Indonesia (UNIKA) St. Paulus Ruteng menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi dan pelatihan Sae Tiba Meka atau tarian penyambutan tamu bagi siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese, Kabupaten Manggarai.
Kegiatan tersebut melibatkan 14 mahasiswa dan dua dosen pendamping, yakni Romo Inosensius Sutam dan Fransiskus Jemadi. Sebanyak 110 siswa mengikuti pelatihan, terdiri dari 60 siswa SDK Lungar dan 50 siswa SMPN 10 Satarmese. Dari jumlah tersebut, 32 siswa dipersiapkan sebagai penari inti.
Pelatihan dilaksanakan secara bertahap pada 21-22 Maret 2026, 25-26 April 2026, 31 Mei 2026, dan 13 Juni 2026. Kegiatan berlangsung di Lapangan Sepak Bola Stasi Lungar, dan dipindahkan ke Aula Stasi Lungar apabila cuaca tidak memungkinkan.

Dosen pendamping kegiatan, Romo Inosensius Sutam berkata, pelatihan tersebut dilaksanakan karena masih banyak siswa yang belum memahami dan menguasai keterampilan Sae Tiba Meka yang merupakan bagian dari tradisi hospitalitas masyarakat Manggarai.
Menurut dia, pelatihan itu juga menjadi sarana pembinaan fisik, kerja sama, serta upaya pelestarian budaya daerah.
Romo Ino menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam menguasai Saé Tiba Meka sebagai tarian penyambutan tamu, meningkatkan rasa percaya diri, melatih kemampuan fisik dan psikomotorik, membangun kepekaan sosial dan kerja sama, serta melestarikan kebudayaan Manggarai.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat membentuk karakter personal dan sosial para peserta.
“Kegiatan dilaksanakan tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi,” ujar Romo Ino.
Ia menjelaskan, pada tahap pelaksanaan para siswa terlebih dahulu diberikan pemahaman mengenai makna dan tahapan Sae Tiba Meka.
Setelah itu, peserta mengikuti pelatihan yang dimulai dari pengenalan gerakan dan pola dasar, penyesuaian dan imitasi, hingga tahap internalisasi dan personalisasi.
Menurut Romo Ino, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti pelatihan.

“Mereka antuasias mengikuti pelatihan ini. Mereka senang. Ada satu kegiatan baru,” tutur Romo Ino.
Hasil pelatihan menunjukkan para peserta telah mampu menguasai tarian Sae Tiba Meka. Mereka dipersiapkan untuk tampil dalam peluncuran Yubileum 100 Tahun SDK Lungar yang akan berlangsung pada 4 Juli 2026.
Romo Ino mengatakan, beberapa siswa bahkan telah mampu melatih teman-temannya secara mandiri.
Dukungan juga datang dari para guru serta kepala sekolah SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese. Kedua kepala sekolah mengapresiasi kegiatan tersebut karena dinilai efektif dalam menanamkan karakter, meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan kepekaan sosial peserta terhadap sesama, khususnya dalam menyambut tamu.
Pelatihan Sae Tiba Meka tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan nilai-nilai budaya Manggarai kepada generasi muda melalui kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat. [VoN]

