Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Kendati Sering Didemo, Dinkes Matim Belum Respon Nasib THL
KESEHATAN

Kendati Sering Didemo, Dinkes Matim Belum Respon Nasib THL

By Redaksi8 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Chan Joma, Koordinator THL yang tidak diakomodir Dinkes Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT– Chan Joma, Koordinator puluhan Tenaga Harian Lepas (THL) yang tidak lolos seleksi pada Januari 2017 lalu kembali mempertanyakan nasib mereka yang hingga kini belum direspon oleh Dinas Kesehatan Manggarai Timur (Dinkes Matim).

“Sudah tiga kali aksi di DPRD. Satu kali aksi di kantor Bupati. Namun, semuanya sia-sia. Sampai hari ini, tuntutan itu belum juga jelas,” ujar Chan kepada VoxNtt.com, Jumat (8/9/2017).

Bahkan dalam beberapa kali aksi tersebut, Chan dan kawan-kawan sudah menyerahkan nama-nama THL yang tidak diakomodir oleh Dinkes Matim kepada Komisi C DPRD Matim. Komisi C pun kala itu berjanji untuk memperjuangkan nasib THL kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) Matim.

“Saya sudah serahkan 36 nama teman-teman THL yang tidak diakomodir. Sedihnya sampai sekarang tidak ada kabar,” tegas Chan.

Sampai hari ini, kata dia, peserta THL yang tidak diakomodir oleh Dinkes itu masih menunggu jawaban pemerintah terkait nasib mereka.

Menurutnya, pemerintah semestinya membalas pengorbanan THL yang sudah lama mengabdi sebagai tenaga sukarela.

“Sudah banyak jiwa yang diselamatkan oleh mereka. Tetapi itu diabaikan. Dinkes malah mengakomodir orang yang belum lama bekerja. Aneh sekali,” kata Chan mengeluh.

Dia pun berharap kepada Dinkes Matim agar mengakomodirkan kembali puluhan THL yang tidak diakomodir dalam seleksi.

“Kasian mereka. Mereka itu sudah berkeluarga dan butuh makan. Bagaimana mau hidup kalau mengharapkan dari sukarela. Lebih baik kasih gaji merela daripada kasih THL di kantor Dinkes yang rasio kerjanya lebih berat daripada mereka yang di lapangan,”katanya. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePenegak Hukum Diminta Segera Selidiki Proyek Gedung Rawat Inap‎ Puskesmas Maunori
Next Article Hasil Pertanian di Kecamatan Ndoso Menurun Drastis

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.