Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»SBY Himbau Masa Aksi 4 November Unjuk Rasa Secara Tertib dan Damai
NASIONAL

SBY Himbau Masa Aksi 4 November Unjuk Rasa Secara Tertib dan Damai

By Redaksi2 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Indonesia yang ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Setiap orang punya paham politik dan itu dijamin konstitusi selama unjuk rasa berlangsung damai dan tidak merusak. Unjuk rasa bukan kejahatan politik

Jakarta, VoxNtt.com-Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, unjuk rasa merupakan suatu hal yang sah dalam negara demokrasi. Namun, kata SBY, unjuk rasa tersebut harus berjalan tertib, damai, dan tidak merusak.

Hal itu disampaikan SBY menanggapi rencana aksi unjuk rasa di depan Istana, Negara, pada Jumat (4/11/2016), terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga bermuatan penistaan agama.

SBY melanjutkan, unjuk rasa memang harus damai. Ia menyatakan, jika unjuk rasa berlangsung destruktif, itu akan menghancurkan tatanan pembangunan, baik secara fisik maupun nonfisik.

“Setiap orang punya paham politik dan itu dijamin konstitusi selama unjuk rasa berlangsung damai dan tidak merusak. Unjuk rasa bukan kejahatan politik,” kata SBY.

Pada kesempatan itu SBY juga menyampaikan sikap politik partai Demokrat atas dinamika politik ibu kota yang ia nilai cukup memanas.

Partai demokrat demikian SBY menghimbau pemerintah dan masyarakat untuk tidak menyibukan diri dengan isu tanpa bukti apalagi berisi fitnah.

Ketua umum partai Demokrat ini juga melihat beberapa akar soal penyebab terjadinya demonstrasi diantaranya ada tuntutan masyarakat yang tidak didengar dan persoalan hukum yang tebang pilih.

Menurut presiden Indonesia dua perioede ini, dugaan penistaan agama yang diucapkan Ahok perlu di bawah ke ranah hukum. Soal terbukti atau tidak lanjut SBY,  itu sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum. (AN/VoN)

 

 

 

Previous ArticlePT Samitek Bangun PLTS 10 MW di Reo
Next Article Ronald Da Gomes Pimpin Pemuda Katolik Wilayah NTT

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026

Benny Harman: Jurnalis Berperan Jaga Hukum dan Pluralisme di Labuan Bajo

10 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.