Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Bayi Tanpa Anus Sudah Dioperasi, Orangtuanya Bingung Soal Biaya
KESEHATAN

Bayi Tanpa Anus Sudah Dioperasi, Orangtuanya Bingung Soal Biaya

By Redaksi14 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bayi dari pasangan Jemi I.Gremi Asa dan Maria M.Kefi yang lahir tanpa lubang anus (Foto: Eman/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Bayi laki-laki buah hati dari pasangan Jemi Grami Asa dan Maria M.Kefi yang lahir tanpa anus di RSUD TTU pada Rabu, 3 Januari 2018 lalu, akhirnya sudah menjalani operasi .

Operasi dilakukan oleh tim dokter ahli bedah di RSUD Profesor WJ Yohanes Kupang pada Selasa, 9 Januari 2018.

Pasca menjalani operasi, kondisi bayi dari pasangan orangtua yang berdomisili di Kensulat, RT 14, RW 05, Kelurahan Kefa Utara, Kecamatan Kota kefamenanu, Kabupaten TTU tersebut sudah mulai membaik.

“Operasi kemarin hari selasa itu, kondisi anak juga sudah mulai membaik dan dia juga sudah menyusui sendiri di dia punya mama,” jelas Jemi Asa, ayah dari bayi yang lahir tanpa anus saat dihubungi VoxNtt.com dari Kefamenanu, Sabtu (13/01/2018).

Jemi mengatakan, sesuai pemberitahuan dari tim dokter, bayinya baru akan diperbolehkan pulang pada Senin (15/01/2018) esok.

Jemi mengaku saat ini dirinya kebingungan lantaran tidak memiliki uang untuk biaya operasi.

Ia mengaku sudah mengurus BPJS, namun saat ini belum bisa digunakan. Sehingga dirinya hanya menggunakan surat keterangan tidak mampu dari pihak kelurahan.

“Kalau untuk biaya makan minum tidak masalah hanya saya bingung soal biaya operasi, saya sudah urus BPJS tapi belum bisa diaktifkan jadi saya bawa surat keterangan tidak mampu dari kelurahan,” jelas Jemi yang mengaku saat ini dirinya dan isteri menginap di rumah keluarga di Labat.

Lebih jauh Jemi mengaku saat ini belum ada bantuan dari pihak manapun.

“Belum ada bantuan dari siapa-siapa,memang ada orang china satu yang datang lihat tapi saya tidak tahu mau bantu atau bagaimana,selain itu tidak ada yang datang lagi,” tutur Jemi yang mengaku berprofesi sebagai seorang sopir tersebut.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticlePilgub NTT dan Isu Skandal Seks Salah Satu Calon Gubernur
Next Article Siswa SMPN 7 Lamba Leda Mengeluh, Ini Kata Kadis Frederika

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.