Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Antisipasi Kelangkaan, PT Pupuk Indonesia Optimalkan Proses Distribusi
HEADLINE

Antisipasi Kelangkaan, PT Pupuk Indonesia Optimalkan Proses Distribusi

By Redaksi26 Januari 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

 

Jakarta, Vox NTT- Mengantisipasi terjadinya kelangkaan, PT Pupuk Indonesia (Persero) segera mempercepat dan mengoptimalkan proses distribusi, khususnya pupuk bersubsidi, untuk memenuhi kebutuhan petani menjelang musim tanam di awal tahun 2018.

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero), Achmad TossinSutawikara, di Jakarta, sebagaimana press release yang diterima VoxNtt.com, Jumat (26/01/2018) malam menyatakan, pihaknya telah mengkoordinir para produsen pupuk, yang merupakan anak perusahaan Pupuk Indonesia untuk mempercepat proses penyaluran, terutama dari lini 2 dan 3 ke lini 4 (distributor).

“Dari sisistok, secara nasional aman. Kami sudah menyiapkan stok di Gudang-gudang lini 2 dan 3 melebihi ketentuan Pemerintah sehingga cukup untuk menghadapi musim tanam,” ujar Tossin.

Agar pupuk bisa diterima petani tepat waktu, Tossin berjanji pihaknya akan mempercepat proses pengiriman dari gudang ke distributor dan kios.

“Para distributor dan pemilik kios harus segera menebus pupuk sesuai dengan alokasinya sehingga tidak terlambat diterima petani,” demikian Tossin.

Baca: Distribusi Pupuk di Mabar Meresahkan Petani

Mengantisipasi kebutuhan petani yang tidak tercantum dalam RDKK dan tidak memperoleh alokasi pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga telah menugaskan kepada para produsen untuk mewajibkan distributornya, agar selalu menyiapkan stok pupuk non subsidi di setiap kios.

“Setiap kios harus mempunyai stok pupuk non subsidi jenis urea dan NPK,” tegas Tossin.

Tossin menambahkan bahwa total stok nasional saat ini cukup untuk kebutuhan sebulan kedepan.

Total stok pupuk hingga 25 Januari 2018, secara nasional di Lini III & IV, atau di Gudang Kabupaten dan Kios sebesar 1.148.568 ton.

Jumlah tersebut dua kali lipat dari ketentuan stok yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 581.161 ton, jumlah ini belum termasuk dengan stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi.

Adapun rincian stok nasional di Lini III & IV yang terdiri dari 403.360 ton Urea, 374.725 ton NPK, 151.308 ton SP-36, 130.155 ton ZA, dan 88.898 ton Organik.

Sedangkan realisasi penyaluran hingga 24 Januari adalah sebesar 294.792 ton untuk urea, 47.722 ton untuk SP36, 64.953 ton pupuk ZA, dan 114.853 ton pupuk NPK.

Dalam penyaluran pupuk bersubsidi ini, Pupuk Indonesia menjalin kerjasama dengan Dinas-dinas Pertanian di daerah agar distribusi bisa tepat waktu dan tepat sasaran.

Lebih lanjut Tossin mengungkapkan, Pupuk Indonesia telah melakukan langkah-langkah khusus di beberapa daerah yang berpotensi mengalami hambatan distribusi.

“Termasuk untuk pengamanan stok di daerah Aceh dan Sumatera Bagian Utara yang terdampak dari tidak beroperasinya pabrik PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). Kami telah dan sedang mengirimkan stok dari produsen pupuk lain, yaitu Pupuk Sriwidjaja, Pupuk Kaltim dan Pupuk Kujang, untuk memenuhi kebutuhan di wilayah tanggungjawabnya PT PIM.” tuturnya.

Di sejumlah daerah lain proses distribusi juga terus dipercepat guna mencegah kekosongan stok. Saatini Pupuk Indonesia memiliki Gudang Lini I berkapasitas 567.400 Ton, Gudang Lini II dan Lini III sebanyak 652 unit berkapasitas 2.981.078 Ton yang tersebar di seluruh daerah.

Sebelumnya petani di Manggarai Barat keluhkan kelangkaan dan pendistribusian pupuk, sehingga menyebabkan tanamannya terancam gagal panen, karena ketergantungannya terhadap pupuk kimia yang sangat tingii.

Bonefasius Jehadin

 

Previous ArticleObyek Wisata di TTS Direncanakan Dikelola Pihak Ketiga
Next Article Sejumlah Tokoh Penting di NTT Hadir dalam Acara Wuat Wa’i Paket Harmoni

Related Posts

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Perjuangan Mama Sebina: Bertahan Hidup, Sekolahkan Anak di Tengah Kemiskinan Manggarai Timur

25 Februari 2026

GMNI Kritik Presiden Prabowo, Akses Ekspor Nelayan Dinilai Tak Signifikan Tanpa Perbaikan Kepemilikan Kapal

17 Februari 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.