Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Akibat Galian Pasir Wae Reno, Ruas Jalan Trans-Flores Nyaris Putus
Regional NTT

Akibat Galian Pasir Wae Reno, Ruas Jalan Trans-Flores Nyaris Putus

By Redaksi13 November 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Ruas Jalan Nasional Trans Flores tepatnya di lokasi penggalian pasir Wae Reno, kecamatan Wae Rii kabupatan Manggarai, Nusa Tenggara Timur nyaris putus setalah alat berat mengaruk pasir pada sisi ruas jalur tersebut.

Pantau VoxNtt.com Sabtu (11/11) jarak pinggir jalan dengan tebing penggalian pasir hanya sekitar 4 meter. Sementara jarak penggalian tidak jauh dari jembatan Wae Reno.

Alat  exavator yang dioperasikan di lokasi tersebut menggali dan memasukan muatan ke truk  secara bergantian untuk diangkut ke sejumlah tempat di daerah Manggarai Raya.

Kevin Alsen warga yang ditemui di lokasi mengatakan pengalian secara  besar-besaran pada  ruas jalan nasional di sekitar jembatan Wae Reno, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai NTT sudah berlangsung lama.

Menurut dia, penggalian pasir dinilai terlalu dekat dengan jalan apalagi dengan kedalaman mencapai 10 meter lebih.

“Sangat membahayakan ke depan untuk pengguna jalan. Pemerintah diminta supaya  lubang galian segera diisi kembali dengan tanah dan pasir supaya jalan raya tetap aman dan putus” Kata Alsen.

Selain penggalian pasir yang mepet dengan jalan, mereka juga memintah supaya menertibkan penambang pasir  yang mengalir di dekat Mata air Kali Wae Reno.

“Kalau tidak ditertib akan berdampak pada penurun debit air dan sawah Mano akan terancam gagal tanam” jelas Alsen. (TN/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKorban Pelanggaran Berat HAM Massa Lalu Berhak Mendapatkan Layanan LPSK
Next Article CPEF dan Burung Indonesia Monitoring Program Wahana Tani Mandiri Sikka

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.