Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemkab Manggarai Boikot Hasil Reses, Ini Reaksi Anggota DPRD
NTT NEWS

Pemkab Manggarai Boikot Hasil Reses, Ini Reaksi Anggota DPRD

By Redaksi18 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kalau tidak diakomodir, untuk apa DPR digaji? Padahal reses sudah diperintahkan undang-undang dan anggarannya besar

Ruteng, VoxNtt.com– Sejumlah anggota DPRD Manggarai mengaku geram dengan sikap pemerintah daerah yang memboikot hasil reses mereka dalam penjabaran Rancangan Anggaran Pendapatan Daerah (RAPBD) tahun 2017.

Padahal menurut mereka, reses sudah diamanatkan konstitusi untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi konstituen di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing.

Hasil reses itu harus dipertanggungjawabkan oleh setiap anggota DPR secara moral dan politis kepada konstituen di Dapil sebagai perwujudan perwakilan rakyat dalam pemerintahan.

Bona Onggot, Ketua Komisi A DPRD Manggarai mengaku, di dokumen Penjabaran RAPBD tahun 2017 yang ia terima tak ada satu pun hasil reses DPRD yang diakomodir oleh pemerintah daerah.

Padahal dokumen pokok pikiran sebagai hasil reses DPRD sudah dimasukan awal tahun 2016 untuk kegiatan tahun 2017 di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Manggarai.

“Kalau tidak diakomodir, untuk apa DPR digaji? Padahal reses sudah diperintahkan undang-undang dan anggarannya besar,” ujar Bona kepada sejumlah awak media di kantor DPRD Manggarai, Jumat, (18/11/2016).

Apalagi, kata dia, setiap kali Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan, dan Musrenbang Kabupaten, DPRD selalu hadir untuk menyerap aspirasi sekaligus mempertanggungjawabakan lewat realisasi program pemerintah sebagai eksekutor pembangunan.

“Saya secara tegas sampaikan kemarin (dalam rapat dengan pemerintah), supaya pemerintah segera menyiapkan dokumen penjabaran RAPBD tahun 2017. Dalam rapat hari pertama, yang ada hanya penjabaran yang berisikan rencana, tapi ada 13 lampiran yang belum lengkap. Hari ini, kami hanya terima dokumen Nota Kebijakan Umum APBD (KUA) APBD tahun 2017 dan Nota Kesepakatan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2016,” katanya.

Senada dengan Bona, Yoakim Jehati, anggota Komisi C DPRD Manggarai juga mengaku geram dengan tidak diakomodirkannya hasil reses oleh pemerintah dalam dokumen Penjabaran RAPBD tahun 2017.

“Kami linglung juga datang ke sini (Kantor DPRD), karena aspirasi rakyat yang disampaikan lewat kami tidak diakomodir oleh pemerintah,” aku Yoakim.

Rafael Nanggur, Ketua Komisi B DRPD Manggarai juga mengeluh dengan tak dimuatnya hasil reses mereka oleh pemerintah dalam Penjabaran RAPBD tahun 2017.

Padahal, reses sudah diatur dalam konstitusi untuk menyerap dan menampung aspirasi masyarakat untuk kemudian bisa direalisasikan oleh pemerintah.

Kata dia, semua aspirasi yang disampaikan lewat komisi dan fraksi tidak diakomodir oleh pemerintah daerah Manggarai.

“DPR diatur dalam konstitusi melakukan reses sebanyak 3 kali dalam setahun. Materi reses itu DPR mengawal seluruh proses Musrenbangdes, Musrenbangcam, dan Musrenbangkab dan menampung aspirasi yang tidak sempat diakomodir dalam Musrenbang,” jelas Rafael. (AA/VoN)

Manggarai
Previous ArticleDirut Bank NTT : HIPMI NTT harus manfaatkan potensi NTT yang luar biasa
Next Article HMI Cabang Kupang Himbau Masyarakat Jangan Terprovokasi Isu SARA

Related Posts

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.