Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Proyek Jembatan 2,9 Miliar di TTU Terbengkelai
NTT NEWS

Proyek Jembatan 2,9 Miliar di TTU Terbengkelai

By Redaksi3 Agustus 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lubang bekas jembatan Bestobe yang telah dibongkar namun hingga saat ini pekerjaan masih terhenti (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Proyek penggantian jembatan di Desa Subun Bestobe, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten TTU diduga terbengkelai.

Proyek di jalan trans Timor Raya itu dikerjakan oleh PT Zarnita Abadi dengan menggunakan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan  Perumahan Rakyat senilai Rp 2.955.521.000.

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, terhitung sudah dua bulan terakhir pekerjaannya tidak dilanjutkan.

Terpantau, Kamis (02/08/2018), tampak tidak ada aktivitas apapun di lokasi proyek jembatan tersebut.

Yang ada hanya tumpukan besi beton puluhan batang, baik yang berukuran kecil maupun besar. Selain itu terdapat tumpukan material kerikil serta pasir dan batu.

Pada bagian kanan jembatan yang sudah dibongkar tersebut, terdapat sebuah rumah yang belakangan diketahui sebagai tempat penginapan para pekerja.

Di dalam rumah itu hanya terdapat satu orang pekerja yang mengaku ditugaskan untuk menjaga dan mengamankan material, serta alat-alat proyek.

Anis, nama pekerja itu saat diwawancarai VoxNtt.com membenarkan jika sudah dua bulan tidak ada aktivitas apapun di lokasi proyek.

Namun ia sendiri tidak mengetahui alasan terhentinya pekerjaan.

“Saya juga tidak tahu kenapa berhenti kerja, bilang mau lanjut kerja hanya tidak tahu kapan,” katanya.

Papan nama proyek pembangunan jembatan Bestobe yang dipasang di samping rumah penginapan para pekerja (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)

Anis menjelaskan, usai jembatan yang lama dibongkar dan dilakukan penggalian bulan Mei lalu, dia dan pekerja lainnya sudah mulai melakukan pengecoran pada bagian dasar.

Namun oleh pengawas proyek, ia dan pekerja lainnya diperintahkan untuk membongkar kembali bagian dasar yang sudah dicor. Sejak itu pekerjaan dihentikan hingga saat ini.

“Waktu itu kami sudah cor bagian dasar tapi pengawas suruh bongkar kembali, pas itu waktu juga excavator (alat berat) punya gigi patah, jadi dari situ kami mulai berhenti kerja sampai sekarang,” ungkap Anis.

Maksimus Mujur selaku kontraktor pelaksana dari PT Zarnita Abadi saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon mengungkapkan, keputusan untuk menghentikan sementara pekerjaan pembangunan jembatan tersebut merupakan perintah dari konsultan pengawas.

Hal tersebut lantaran menurut konsultan pengawas, struktur tanah pada lokasi pembangunan jembatan mengalami perubahan, sehingga pekerjaan dihentikan sementara sambil menunggu desain ulang konstruksi.

“Kendalanya itu karena menurut konsultan pengawas, struktur tanah pada lokasi jembatan itu berubah, sehingga pekerjaan dihentikan sambil menunggu mereka mendesain ulang konstruksi dengan melihat pada struktur tanah itu,” tutur Mujur.

“Kalau untuk material tidak ada masalah, kami tunggu saja kalau sudah selesai desain ulang konstruksi dan bilang mau lanjut kerja ya kami siap saja,” tandasnya.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, pihak satuan pelaksanaan jalan nasional wilayah II  Provinsi NTT, PK.Kefamenanu belum berhasil dikonfirmasi.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleGuru Keluhkan Keterlambatan Pencairan Tunjangan Sertifikasi
Next Article Umat Gotong Royong Bangun Kapela Aegela

Related Posts

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.