Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tanpa Alat Berat, Warga Bersihkan Longsor di Jalan Ruteng-Iteng
NTT NEWS

Tanpa Alat Berat, Warga Bersihkan Longsor di Jalan Ruteng-Iteng

By Redaksi27 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga sedang membersihkan material longsor di jalan Ruteng-Iteng, Selasa, 27 November 2018
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sejumlah warga dari Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, NTT membersihkan material longsor di jalan Ruteng-Iteng, Selasa (27/11/2018).

Longsor yang terletak di KM 35 Wae Uwu itu terjadi saat hujan lebat mengguyur pada Selasa siang hingga sore.

Sejumlah warga di bawah pimpinan Camat Satarmese Damianus Arjo, anggota TNI dari Makodim 1612 Manggarai, dan anggota Polres Manggarai pun membersihkan longsor yang menutup badan jalan, tanpa bantuan alat berat.

Mereka menggunakan peralatan seadanya yakni parang, sekop dan linggis.

Venan Jerahu, salah satu warga Satarmese yang ikut membersihkan longsor berharap agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai segera menurunkan alat berat ke lokasi tersebut.

“Karena material longsor masih tersisa tadi di Kilometer 35 Wae Uwu,” ujar Jerahu.

Sementara itu, Kepala BPBD Manggarai Libert Habut mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan Camat Satarmese seputar longsor di jalan Ruteng-Iteng tersebut. Laporan terkait longsor itu pun sudah masuk ke BPBD Manggarai.

Namun demikian, Libert mengaku, alat berat milik Dinas PUPR Manggarai hingga kini masih mengerjakan proyek fisik tahun anggaran 2018 di lapangan.

Sebab itu, pihaknya belum bisa menurunkan alat berat di KM 35 Wae Uwu, jalan Ruteng-Iteng.

“Kami ini katerbatasan alat. Semua alat PU ini kan masih kerja fisik di lapangan,” ujar Libert saat dihubungi VoxNtt.com melalui ponselnya, Selasa malam.

Libert menambahkan, ada surat Bupati Manggarai Deno Kamelus untuk mengimbau para camat dan kepala desa, serta lurah pada 6 November lalu.

Intinya, pemerintah di tingkat bawah ini harus mendorong partisipasi masyarakat agar membersihkan longsor, sepanjang bencana itu bisa menggunakan tenaga manusia.

Penulis: Ardy Abba

BPBD Manggarai Kabupaten Manggarai
Previous ArticlePelestarian Pangan Lokal, Masa Depan Pertanian NTT
Next Article Meski Ditolak DPRD, Bupati TTU Tetap Akomodir Penambahan 1.187 Guru Teko

Related Posts

Dua Rumah di Reok Barat Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp300 Juta

2 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.