Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Kondisi Proyek Air Minum 8 Miliar di Matim Memprihatinkan
Regional NTT

Kondisi Proyek Air Minum 8 Miliar di Matim Memprihatinkan

By Redaksi28 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi bak air minum di Golo Lobos yang semakin parah (Foto: Nansianus Taris/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Kondisi proyek air bersih di Desa Gurun Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) tahun 2016 hingga kini memprihatinkan. Padahal, proyek tersebut telah menelan anggaran Rp 8 Miliar lebih dari APBN.

Pantauan VoxNtt.com, kondisi bak air minum yang terletak di Golo Lobo, Desa Gurung Liwut itu hampir ambruk karena longsor.

Baknya sudah miring dan hampir jatuh. Fondasi bak sudah mulai terkikis.

Diduga, pemilik proyek tidak menggali fondasi bak saat proses pengerjaan dan campuran semen hanya menempel di atas permukaan tanah.

Selanjutnya, pipa yang disambungkan dari bak sudah mulai berkarat dan berlubang.

Hingga kini, proyek air bersih yang dibangun diduga tidak sesuai asas manfaatnya bagi masyarakat Matim.

Proyek yang sudah dibangun dari sumber mata air di kawasan Bangga Ranga, Desa Golo Lalong, Kecamatan Borong itu tidak pernah mengalirkan air.

“Mungkin tidak sampai satu tahun airnya jalan dan dinikmati masyarakat. Setelah itu, sampai sekarang, bak dan pipa kosong. Itu tadi, proyek pemerintah hanya mengelabui masyarakat saja,” ujar Frans Mamik, warga desa Gurung Liwut yang ditemui VoxNtt.com di lokasi, Selasa (27/11/2018).

Frans menyanyangkan, proyek yang sudah menghabiskan uang miliaran tidak bermanfaat bagi masyarakat.

Baca Juga: Proyek Air Minum Rp 8 Miliar di Matim Mubazir

“Harapannya, pihak berwajib bisa mendalami proyek ini. Ini tidak bisa dibiarkan mubazir,” pintanya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleLingkungan Kantor OPD Nagekeo Gersang Bukti Etos Kerja ASN Rendah
Next Article Bawaslu Manggarai Kawal Ketat Penyempurnaan DPT HP Kedua

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.