Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pemilihan Putri Pariwisata Nagekeo Dinilai Hanya Habiskan Uang Daerah
NTT NEWS

Pemilihan Putri Pariwisata Nagekeo Dinilai Hanya Habiskan Uang Daerah

By Redaksi5 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wilibrodus Lasa, pemerhati pariwisata Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Pemilihan putri pariwisata tingkat Kabupaten Nagekeo tahun 2018 masih berlanjut.

Saat ini, hajatan yang digelar oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo itu sudah masuk dalam 10 besar.

Kesepuluh orang putri pariwisata Nagekeo itu akan mengikuti seleksi 5 lima besar pada Rabu, 5 Desember 2018 malam di Lapangan Berdikari Danga. Sementara final akan berlangsung pada Kamis, 6 Desember.

Merespon hal tersebut, Wilibrodus Lasa, pemerhati pariwisata Nagekeo menilai, pemilihan putri pariwisata hanya menghabiskan uang daerah.

Pasalnya menurut dia, keberadaan putri pariwisata tidak ada efek untuk kemajuan pariwisata di Kabupaten Nagekeo.

Apalagi belum ada obyek pariwisata menarik yang harus dijual ke luar Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, tidak ada potensi unggul seperti Kelimutu di Ende dan kemodo di Labuan Bajo.

“Lalu kita mau selenggarakan itu untuk apa. Apalagi mendatangkan putri pariwiasata Indonesia yang tentunya butuh anggaran besar. Ini artinya hanya mau habis uang daerah,” tegas Wilibrodus saat temui VoxNtt.com di Danga, Rabu (05/12/2018).

“Seharusnya terlebih dahulu dinas terkait mendata dulu tempat pariwisata di Nagekeo, lalu analisis setelah itu baru tata. Sehingga jual keluar ada nilai positifnya,” sambungnya.

Wilibrodus menawarkan, lebih baik uang yang ada dialokasikan untuk pembenahan tempat-tempat pariwisata yang ada di Kabupaten Nagekeo.

Ketimbang menyelenggarakan kegiatan yang hanya untuk membuang uang. Pemilihan putri pariwisata, kata dia, tidak ada dampak positif untuk Nagekeo ke depan.

Menurut Wilibrodus, hingga kini di Kabupaten Nagekeo belum ada tempat pariwisata yang layak karena belum ditata secara baik oleh pemerintah.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Dinas Pariwisata Nagekeo
Previous ArticleMaria Agustina Noach: Saatnya Golkar Perjuangkan Nasib Perempuan
Next Article Pendamping PKH Golo Leda Diduga Tipu Masyarakat

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.