Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Natal Menghapus Rasa Takut, Membangun Kepercayaan dan Harapan Baru
HEADLINE

Natal Menghapus Rasa Takut, Membangun Kepercayaan dan Harapan Baru

By Redaksi27 Desember 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jemaat Gereja Efata Soe, saat merayakan Natal 24 Desember 2018 malam lalu. (Foto: istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Perayaan Natal 2018 mengingatkan kembali kabar sukacita sekaligus peneguhan kepada para gembala oleh malaikat.

Malaikat memberikan peneguhan dan membangunkan harapan dengan mengatakan, “Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk seluruh bangsa.”

Demikian pesan Natal 2018 yang disampaikan Ketua Majelis Jemaat Gereja Efata Kota Soe, Pendeta Hendrik Kudji Rihi saat diwawancarai media ini, Rabu (26/12/2018).

Menurut Pendera Hendrik, rasa takut memang merupakan sikap yang wajar dan manusiawi karena ketidaktahuan dan ketidakpercayaan. Dan, ketika malaikat mengatakan jangan takut, ujar Pendeta Hendrik, sesungguhnya mau memberikan rasa percaya diri kepada para gembala berkaitan dengan kelahiran Sang Juru Selamat manusia.

Hal yang yang amat penting, sambungnya, adalah malaikat juga mau memberikan berita yang mendasar bahwa kehadiran Yesus telah menghapus ketakutan dan melahirkan kepercayaan dan harapan baru untuk hidup bersama sebagai manusia.

“Hidup yang tidak saling menindas. Hidup yang tidak saling menyingkirkan dimana ada yang memandang diri lebih tinggi, atau lebih hebat dari orang lain. Yesus datang untuk mengajarkan kepada kita bagaimana melawan rasa takut itu dan membangun rasa percaya dalam hidup,” ujarnya.

Bagi kita umat Kristen, kata Pendeta Hendrik, kita percaya bahwa kehadiran Yesus sebagai contoh untuk melawan rasa takut dan membangun rasa percaya. Dan, merayakan Natal adalah upaya melawan rasa takut akibat keangkuhan manusia atas manusia lain atau dominasi manusia atau apa pun yang merusak lingkungan.

“Natal bukan saja perayaan gembira di ruang ritual kebaktian. Namun Natal sesungguhnya, memberikan kegembiraan dan harapan baru dalam kehidupan nyata melalui perjumpaan, dan relasi yang hidup,” tutup Pendeta Hendrik Kudji Rihi.

Penulis: L. ULAN

Editor: Irvan K

Natal 2018 TTS
Previous ArticleWarga Kota Komba Keluhkan Kabel Listrik yang Terputus
Next Article Dasar Penolakan Pengembangan Geothermal oleh Masyarakat Desa Sano

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.