Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»NTT Darurat Human Trafficking, Ini Tawaran Solusi PADMA Indonesia
Human Trafficking NTT

NTT Darurat Human Trafficking, Ini Tawaran Solusi PADMA Indonesia

By Redaksi23 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian (PADMA) Indonesia
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Direktur Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA) Indonesia, Gabriel Goa menaruh harapan kepada Panitia Pengawas Pekerja Migran Indonesia DPR RI di balik kunjungannya ke NTT pada 24-25 Januari 2019.

Gabriel mengharapkan kunjungan tersebut sungguh-sungguh bisa memberikan solusi bagi provinsi yang hingga kini darurat human trafficking (perdagangan orang) itu.

Dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Rabu (23/1/2019), Koordinator Kelompok Kerja Menentang Perdagangan Manusia (POKJA MPM) itu menyampaikan beberapa tawaran solusi dan pernyataan sikap, antara lain;

Pertama, mendukung aparat penegak hukum agar menindak tegas dan memberikan efek jera bagi pelaku dan aktor intelektual di balik tindak pidana perdagangan orang di Provinsi NTT.

Kedua, mendukung optimalisasi Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) agar melayani Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) NTT secara professional.

“Di Tambolaka untuk layani CPMI asal Pulau Sumba, LTSA di Kupang dan Kabupaten Kupang untuk layani CPMI asal Pulau Timor, Semau, Rote Ndao dan Sabu Raijua, serta LTSA di Maumere untuk layani CPMI asal Flores, Palue, Solor, Adonara, Lembata dan Alor,” beber Gabriel yang juga sebagai Sekretaris Jaringan Nasional Anti Perdagangan Orang(JARNAS ANTI TPPO) itu.

Ketiga, lanjut dia, mendesak Pemerintah Pusat membangun Balai Latihan Kerja (BLK) standar nasional atau internasional di Tambolaka, Kupang dan Maumere.

Keempat, mendesak Pemerintah.segera mendata PMI prosedural dan non prosedural asal Indonesia dan NTT di luar negeri.

Kelima, mendesak Pemerintah untuk memperkuat desa migran produktif dan BLK komunitas

 

Penulis: Ardy Abba

Human Trafficking
Previous ArticleKota Soe Produksi Sampah 80 Meter Kubik Tiap Hari, Popok Bayi Paling Banyak
Next Article Jembatan di TTU Roboh, Nyaris ‘Makan’ Korban

Related Posts

Kementerian HAM Gandeng Lembaga Vokasi di Sumba Cegah Perdagangan Orang

7 Juli 2026

Kementerian HAM dan KPAI Edukasi 200 Pelajar Sumba untuk Cegah TPPO dan Kekerasan Seksual

6 Juli 2026

Kementerian HAM Perkuat Sinergi Cegah TPPO dan TPKS, Dorong Sumba Jadi Pilot Program Nasional

4 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.