Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Anak Muda Suku Dhawe Gelar Aksi Tanam Pisang di Pasar Danga
NTT NEWS

Anak Muda Suku Dhawe Gelar Aksi Tanam Pisang di Pasar Danga

By Redaksi20 Maret 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah anak muda dari Suku Dhawe dihadang oleh anggota Polsek Urban Aesesa saat sedang melakukan aksi tanam anakan pisang di lapangan Berdikari Danga (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Puluhan anak muda suku Dhawe menggelar aksi tanam pohon pisang di Pasar Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (20/3/2019).

Tak hanya di Pasar Danga, mereka juga menanam anakan pisang di empat titik lainnya dalam Kota Mbay.

Keempat titik itu, di antaranya, di lapangan Berdikari Danga, Kantor Camat Aesesa lama, Rumah Jabatan Bupati Nagekeo, dan Kantor Camat Aesesa baru.

Suku Dhawe sendiri dikabarkan sebagai pemilik ulayat atas tempat-tempat umum tersebut.

Elias Ma’u, salah satu anak muda suku Dhawe saat ditemui VoxNtt.com, Rabu siang, mengatakan aksi tanam pisang tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap Pemkab Nagekeo di bawah kepemimpinan Bupati Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja.

Itu terutama terkait kebijakan pemberhentian para tenaga harian lepas (THL) lingkup Pemkab Nagekeo.

Menurut Elias, Bupati Don Bosco dengan sengaja membangun konflik di antara anggota suku Dhawe di balik kebijakan pemberhentian para THL tersebut.

Ia menambahkan, kebijakan Bupati Don Bosco yang memberhentikan 1.046 THL itu tidak mempertimbangkan sisi kemanusian. Kebijakan ini dinilainya justru mencederai kearifan lokal dan budaya.

“Yang bagi kami kebijakan bupati justru mencederai kearifan lokal dan budaya, serta apresiasi Negara atau pemerintah pada pengorbanan masyarakat yang dibuat oleh pemimpin terdahulu tidak ada,” ujar Elias.

Kapolsek Urban Aesesa, AKP Ahmad membenarkan aksi penanaman pisang di sejumlah titik dalam Kota Mbay itu.

Beruntung, kata dia, pihaknya langsung menghadang aksi tersebut sehingga para anak muda suku Dhawe tidak jadi menanam pisang di Pasar Danga, Kantor Camat Aesesa lama dan baru, rumah jabatan bupati, dan lapangan Berdikari Danga.

“Ia benar tadi ada sekelompok anak-anak muda dari suku Dhawe mau tanam pisang di lapangan Berdikari dan beberapa titik lainnya. Hanya saya langsung hadang mereka. Setelah mendapat arahan akhirnya tidak jadi dan mereka pulang,” ujar Kapolsek Ahmad saat ditemui VoxNtt.com, Rabu siang.

Sementara itu sebelumnya, Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do mengaku pihaknya akan kembali merekrut THL pada bulan Mei 2019 mendatang.

“Dalam rapat kerja kita bersama DPRD Nagekeo, kita akan kembali rekrut THL. Tapi nanti bulan Mei 2019. Saat ini kita sedang melakukan kajian terkait kebutuhan THL di masing-masing SKPD yang ada,” kata Bupati Don.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

THL Nagekeo
Previous ArticleKades Bangka Arus Menghadap DPMD Matim
Next Article Di PN Labuan Bajo, Sidang Terdakwa Frans Oan Masuk dalam Pembacaan Putusan Sela

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.