Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»SMPN Satap Lidi Diduga Pungut Biaya Ujian Akhir Rp 9,6 Juta
Pendidikan NTT

SMPN Satap Lidi Diduga Pungut Biaya Ujian Akhir Rp 9,6 Juta

By Redaksi1 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi UNBK
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Satap Lidi, di Desa Lidi, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), memungut biaya ujian akhir kepada orangtua murid sebesar Rp 9.600.000.

Hal ini disampaikan oleh salah satu orangtua murid di SMPN Satap Lidi yang namanya berinisial DD.

“Sebenarnya kami tidak setuju dengan pungutan yang dibebankan kepada kami, hanya karena keputusan terakhir diambil secara voting,” ujarnya saat menghubungi VoxNtt.com, usai melakukan rapat di SMPN Satap Lidi, Sabtu (30/3/2019).

“Kami dibebankan sebesar 320.000 per siswa, sementara jumlah siswa di SMPN Satap Lidi sebanyak 30 siswa,” sambungnya.

Ia merasa keberatan lantaran mereka juga dibebankan dengan uang komite sebesar 75.000/bulan.

Diakuinya, dalam penjelasan guru yang memimpin rapat itu bahwa kegunaan uang ujian akhir tersebut yakni konsumsi pengawas silang, transport pengawas ujian yang keluar, transport pengawas ujian yang mengawas, uang penyetaraan rapor, biaya ijazah dan lain-lain.

“Yang ingin kami pertanyakan adalah bagaimana kegunaan dana dari BOS (Bantuan Operasional Sekolah), lalu soal uang pengawas, apakah dinas tidak ada insentif khusus yang diberikan kepada mereka? Kenapa dibebankan kepada orangtua murid lagi? Mengapa pengawas ujian dari sekolah lain yang datang mengawas di sekolah ini dibayar lagi?” imbuhnya.

Menurutnya, pada rapat itu tidak dihadiri oleh kepala sekolah dan ketua komite.

Dikatakannya, hingga kini SMP Satap Lidi belum memiliki gedung sendiri, hanya satu unit gedung darurat dibangun oleh orangtua murid.

Selain itu, kata dia, kurang lebih dua tahun kepala sekolah tidak pernah datang di sekolah lantaran sakit.

Dia berharap, dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Matim untuk segera memperhatikan hal ini.

“Untuk bapak kepala dinas yang baru kami berharap secepatnya memperhatikan hal ini, karena setiap tahun uang komite tetap naik, uang ujian akhir serta pembangunan gedung yang dibebankan kepada kami juga,” imbuhnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur
Previous ArticleMelki Ajak Warga NTT Hadiri Kampanye Akbar Jokowi di Sitarda
Next Article Produksi Hoaks Terus Meningkat Menjelang Pemilu, Ini Datanya

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.