Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Longsor di Necak, BPBD Matim: Bisa Jadi Peluang Ekonomi
NTT NEWS

Longsor di Necak, BPBD Matim: Bisa Jadi Peluang Ekonomi

By Redaksi27 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Genangan air di sungai Wae Togong akibat tertutup longsor (Foto: Apolonaris Kapo Kota)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong Vox NTT- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Manggarai Timur (BPBD Matim), Antonius Dergong menyebut, longsor hebat di Bea Dolor, Desa Compang Necak, Kecamatan Lamba Leda bisa menjadi peluang ekonomi ke depan.

Namun di lain sisi, kata dia, longsor tersebut bisa menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Matim.

Baca Juga: Longsor Hebat di Necak Tutup Sungai Wae Togong

“Memang sempat diskusi dengan pak Sekda untuk direncanakan. Sehingga kita lihat ada tidak potensinya, untuk meningkatkan ekonomi rakyat,” ujar Anton kepada VoxNtt.com usai melakukan kegiatan simulasi siaga bencana banjir di SDI Kota Ndora Borong, Jumat (26/04/2019).

Dikatakannya, lokasi yang ditimbun longsor ke depan akan buat waduk atau bendungan.

Sehingga lanjut Anton, area besar di Lamba Leda yang sulit air seperti di Bea Cembak bisa mendapatkan air.

“Saya sudah janji dengan Kadis PU minggu depan untuk melihat lokasi dari dekat. Bisa saja ini bencana atau tantangan bagi pemerintah, tetapi bisa saja ini menjadi peluang ekonomi kita ke depan,” ujar Anton.

Genangan air di sungai Wae Togong akibat tertutup longsor (Foto: Apolonaris Kapo Kota)

Kata dia, saat ini pihaknya baru mengantongi 21 kepala keluarga (KK) yang terkena dampak langsung dari bencana longsor itu.

“Manusia tidak ada (korban), tetapi yang jadi korban adalah pertanian dan perkebunan, kita juga akan lakukan pendataan di daerah yang lain,” ucapnya.

Baca Juga: Longsor Tutup Sungai Wae Togong, Pemkab Matim Imbau Warga Necak Waspada

Untuk diketahui, longsor hebat di Necak terjadi pada Rabu 17 April 2019 lalu.

Akibat longsor tersebut sungai Wae Togong tertutup timbunan tanah dan batu.

Baca Juga: 21 KK Jadi Korban Bencana Longsor di Necak

Air sungai yang berada di perbatasan Kecamatan Lamba Leda dan Sambi Rampas itu tidak mengalir menuju laut Flores, bagian utara Matim.

Longsor mengakibatkan sungai Wae Togong mengalami kekeringan di wilayah Bawe, Desa Haju Wangi, karena material longsoran ini menumpuk di sungai Wae Togong.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Bencana NTT BPBD Matim Longsor Necak
Previous ArticleKawanan Sapi “Merumput” Bebas di Halaman Kantor Camat Wolowae
Next Article Puskesmas Kota Ruteng Periksa Kesehatan Peserta Pleno

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.