Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Apresiasi Kejati NTT, Kompak Minta Mantan Gubernur NTT Ditangkap
HUKUM DAN KEAMANAN

Apresiasi Kejati NTT, Kompak Minta Mantan Gubernur NTT Ditangkap

By Redaksi17 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, direktur PADMA Indonesia (Foto: Isitmewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi  (KOMPAK) Indonesia mengapresiasi langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT atas penangkappan enam tersangka korupsi Pembangunan Gedung NTT Fair.

Gabriel Goa, Ketua KOMPAK Indonesia mengungkapkan hal itu kepada VoxNtt.com, melalui pesan WhatsAppnya, Minggu 16 Juni 2019.

“Pertama, kita menyampaikan proficiat atas penegakan hukum terkait tindak pidana korupsi pada proyek NTT Fair,” ujarnya.

Gabriel berharap, Kejati NTT tak hanya menangkap tersangka korupsi NTT Fair tetapi juga semua pihak yang terkait dalam proyek pembangunan Monumen Pancasila.

Ia juga mendesak, demi menegakkan hukum pada dua kasus ini, maka Kejati NTT mesti juga mengamankan mantan Gubernur NTT, Frans Lebu Raya dan pimpinan DPRD NTT.

Menurutnya, dua pimpinan lembaga ini (eksekutif dan legislatif) harus ikut bertanggung jawab terhadap mangkraknya kedua mega proyek tersebut.

“Kedua, mendesak sekaligus mendukung Kejati NTT untuk tidak hanya menangkap pelaku tindak pidana korupsi proyek NTT Fair dan Monumen Pancasila hanya sampai pada Pejabat Pembuat Komitmen, Pengawas Proyek dan Pengusaha tetapi juga harus menyeret Pejabat Tinggi, Pimpinan (Mantan Gubernur) dan DPRD NTT,” jelas Gabriel.

Kejati NTT Tangkap 6 Tersangka Kasus Pembangunan NTT Fair

Terkait Dugaan Korupsi Proyek NTT Fair, Mantan Gubernur Diperiksa

Kompak Minta KPK Ambil Alih Kasus NTT Fair dan Monumen Pancasila

Dalam pengalaman pendampingan KOMPAK Indonesia terhadap tersangka korupsi termasuk beberapa yang ditangani KPK RI, menurut Gabriel PPK, Pengawas, Kadis  dan Pengusaha selalu  yang dijadikan korban.

Mereka, kata Gabriel, bahkan kerap menjadi “sapi perahan” aparat.

“Ketiga mendesak KPK RI, Lembaga Agama dan Penggiat Anti Korupsi dan Pers untuk mengawal ketat penanganan perkara-perkara Tindak Pidana Korupsi di NTT baik yang ditangani Kejaksaan maupun Kepolisian agar tidak dipetieskan, apalagi  diesbatukan,” tutupnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap enam tersangka kasus korupsi pembangunan Gedung NTT Fair, Kamis (13/6/2019).

Keenam tersangka itu yakni, Linda Laudianto selaku Kuasa Direktur PT. Cipta Eka Puri yang mengerjakan proyek NTT Fair, Mantan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) NTT sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Yuli Afra, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Selain itu, kedua Direktur PT. Cipta Eka Puri, Dona Toh dan Hadmen Puri serta dua konsultan pengawas dari PT Desakon, Barter Yusuf (Pemilik PT) dan Ferry Jons Pandie sebagai pelaksana lapangan.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Frans Lebu Raya Gabriel Goa Kabupaten Kupang Monumen Pancasila NTT Fair Proyek NTT Fair
Previous ArticleSiswi di Mbay Diduga Disekap, Lalu Diperkosa
Next Article Pasar Danga Kembali Dibangun dengan Dana 5,3 Miliar

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.