Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»WALHI Sarankan Pemerintah di NTT Bangun Pariwisata Berbasis Kerakyatan
NTT NEWS

WALHI Sarankan Pemerintah di NTT Bangun Pariwisata Berbasis Kerakyatan

By Redaksi9 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, VoxNtt.com-Kebijakan sektor pariwisata yang menitikberatkan pada Investor skala besar telah membuat masyarakat kehilangan wilayah kelolanya. Salah satunya, pariwisata sektor pantai.

Mulai ada pelarangan akses nelayan ke beberapa daerah pesisir yang telah diprivatisasi oleh Investor. Ini mengakibatkan berkurangnya wilayah kelola nelayan yang berdampak pada pendapatan.

Demikian disampaikan Umbu Wulang, direktur eksekutif WALHI NTT, Senin (09/01/2017) di Kantor WALHI NTT, TDM, Kota Kupang saat berdiskusi tentang data kemiskinan terbaru yang menempatkan provinsi NTT pada posisi ketiga termiskin.

Menurut Umbu Wulang, pemerintah sudah selayaknya mengembangkan pariwisata berbasis kerakyatan. Peluang ini bisa menjadi salah satu sumber penghasilan warga yang kuat, berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Hal dipertegas dengan temuan WALHI NTT dimana  salah satu kantung kemiskinan di NTT justru di daerah pariwisata yang terkenal.

“Ini membuktikan NTT masih dalam jebakan keindahan palsu, alamnya indah dan mendatangkan banyak wisatawan tapi masyarakat sekitarnya justru tetap miskin. Keindahan alam tidak berkorelasi dengan kesejahteraan rakyat di kawasan pariwisata.” katanya.

Kata kunci untuk pariwisata kerakyatan yakni masyarakat sekitar jadi subyek utama penyelenggaraan pariwisata. Bukan hanya jadi obyek atau penonton. Berikutnya, asas kerakyatan lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Lingkungan hidup di NTT     

Terkait masalah seputar lingkungan hidup, krisis daya dukung lingkungan di NTT telah menambah buram potret kemiskinan di daerah ini.

Misalnya krisis kehutanan yang berimplikasi pada krisis air. Aktivitas pertambangan, investasi rakus lahan yang merambah kawasan hutan makin sering terjadi.

BACA: Ketika Warga Pulau Mesa Krisis Air Selama Bertahun-Tahun   

Potret NTT sebagai Propinsi kepulauan, lanjut WALHI, seharusnya menjadikan daya dukung lingkungan sebagai prioritas dalam pembangunan.

“Banyak pulau mengalami krisis air yang berdampak pada makin mahalnya sumber daya air untuk konsumsi” tegas Umbu Wulang.

Krisis air ini kemudian berkontribusi terhadap meluasnya kemiskinan di NTT. Misalnya banyak lahan petani yang kekeringan dan masyarakat tidak bisa berproduksi. Akibatnya, kemiskinan makin menjadi.

Oleh karena itu, WALHI NTT mendorong kebijakan Perlindungan dan perluasan konservasi pulau yang berujung pada meningkatnya sumber daya air sebagai kebutuhan dasar warga.

Daya dukung lingkungan di NTT akan terus berkurang apabila investasi tidak ramah alam NTT terus terjadi. WALHI juga mendorong agar pemerintah NTT tidak asal menerima Investor.

“Prioritaskan investasi yang ramah karakteristik lingkungan di NTT. WALHI juga berharap pemerintah NTT juga memperkuat dan memperluas wilayah kelola rakyat di NTT” Katanya. (Andre/VoN)

Foto Feature: Umbu Wulang, Direktur Eksekutif WALHI NTT

Kota Kupang
Previous ArticleAhok , Demokrasi dan Digitalisme Media
Next Article Pembangunan Gedung Rawat Jalan RSUD Ben Mboi Ruteng Sudah Rampung

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.