Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Seni dan Budaya»Ngada Patut Berbangga
Seni dan Budaya

Ngada Patut Berbangga

By Redaksi5 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ngada Hironimus Reba Watu saat membawakan sambutan di Hotel Edelweis Bajawa, Selasa (02/07/2019).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Syamsul Hadi, perwakilan dari Direktorat Jendral Kebudayaan RI menyatakan, Kabupaten Ngada patut berbangga karena dipilih menjadi tempat workshop tenun ikat.

Workshop tenun ikat ini masuk dalam rangkaian kegiatan festival Inerie yang secara resmi dibuka oleh Bupati Ngada Paulus Soliwoa melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ngada Hironimus Reba Watu di Hotel Edelweis Bajawa, Selasa (02/07/2019).

Syamsul dalam laporan panitianya menyatakan, Direktorat Jendral Kebudayaan RI baru dua kali menggelar workshop tenun ikat.

Pertama kali, kata dia, diadakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2018 lalu. Sedangkan, yang kedua pada tahun 2019 ini Kabupaten Ngada-NTT dipilih menjadi tempat berlangsungnya workshop tenun ikat.

Menurut Syamsul, kegiatan workshop ini melibatkan 90 peserta dari 9 komunitas tenun yang ada di Kabupaten Ngada.

Dirjen Kebudayaan sangat berharap workshop tenun ikat berikutnya akan diselenggarakan lagi di Ngada tetapi tidak bertempat lagi di hotel, namun di rumah-rumah masyarakat yang merupakan anggota komunitas tenun di kabupaten itu

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Ngada Hironimus Reba Watu dalam sambutannya mengatakan, ada dua etnis tenun yang sangat menonjol di Kabupaten Ngada. Keduanya yaitu etnis Riung dan Bajawa.

Sedangkan etnis So’a memiliki motif yang hampir serupa dengan Bajawa. Tiga etnis tersebut menunjukan kekhasannya sendiri.

Hironimus menjelaskan, tenun ikat di Ngada sudah diwariskan oleh leluhur secara turun temurun.

Ia mengharapkan setelah kegiatan workshop ini, tampilan-tampilan motif tenun adat kabupaten Ngada bisa lebih baik dari hari kemarin, tanpa berubah ciri khas yang sudah diwariskan.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Festival Inerie Ngada
Previous ArticlePungutan dan Sumbangan  Sekolah, Sah Atau Tidak?
Next Article Ada Kebijakan Baru, ASITA Siap Kampanye Hentikan Berwisata ke Wae Rebo

Related Posts

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Ibu dan Anak di Aimere Ngada Jadi Korban Kekerasan

9 Juni 2026

Festival Religi dan Budaya Paroki Wae Nakeng Libatkan 18 UMKM, Dorong Persaudaraan dan Pariwisata Religi

30 Mei 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.