Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Enu Monika, Putri Pariwisata dari Kota Kopi Siap Melaju ke Provinsi
Figure

Enu Monika, Putri Pariwisata dari Kota Kopi Siap Melaju ke Provinsi

By Redaksi5 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Monika Andri didampingi kadis Pariwasta Matim Kanisius Judin dan Kabid Promosi Elin Hurek Makin (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Monika Yuliana Andri (23), putri pariwisata dari Manggarai Timur (Matim), Flores-NTT, menyatakan siap untuk mengikuti ajang pemilihan putri pariwisata NTT pada tahun 2019.

Dalam jumpa pers, Jumat (05/07/2019), yang bertempat di kawasan wisata Cepi Watu, Monika yang didampingi Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kanisius Judin, dan Kabid Promosi, Elin Hurek Making, mengungkapkan dirinya adalah putri utusan dari “Kota Kopi”.

Monika Andri menari di depan halaman parkiran tempat wisata Cepi Watu, usai melakukan konferensi pers. (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

Pernyataan Monika cukup berasalan lantaran Matim kini menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik di dunia.

“Kopi Juria yang ada di daerah kita adalah salah satu kopi terbaik di dunia yang memiliki cita rasa yang khas, berminyak dan aromanya sangat memikat untuk terus dicicip. Kopi itu memiliki keistimewaan saya, apalagi sudah ketahui oleh banyak orang,” ucap wanita kelahiran Agustus 1995 itu.

Keistimewaan itu, kata dia, karena kopi terbaik hanya ada di Matim saat ini. Dia mengaku sangat beruntung bisa menjadi bagian dari kerja besar mengembangkan dan mempromosikan Pariwisata NTT.

Monika Y. Andri (Foto: Sandy Hayon/Vox NTT)

“Semua daerah di NTT pasti memiliki pantai tetapi kita punya sesuatu yang khas bahkan mendunia yaitu kopinya,” ujar alumni Universitas Nusa Cendana Kupang itu.

Menurutnya, ajang pemilihan putri pariwisata NTT, sebagai momentum meluaskan kesempatan dan mencoba menawarkan tanggung jawab kepariwisataan NTT dan scope yang lebih besar.

Wanita berdarah Waerana, Kota Komba itu juga mengaku, sangat antusias mengikuti ajang ini, karena selain motivasi pribadi, tentu juga karena sangat didukung oleh Pemkab Matim.

Enu Monika saat menumbuk kopi di Colol (Foto: Ist)

“Pariwisata NTT hari ini adalah isu yang sangat seksi dan butuh peran-peran dan aktor yang lebih banyak agar pariwisata NTT benar-benar menjadi generator ekonomi utama NTT, seperti yang menjadi komitment Gubernur dan Wakil Gubernur kita,” tukasnya.

Ikon Manggarai Timur

Sementara itu pada tempat yang sama Kadis Pariwisata, Kanisius Judin nengatakan ke depan Monika akan menjadi ikon yang bakal mempromosikan pariwisata di Matim.

“Banyak putri pariwisata kita yang dulu sudah tidak kerja lagi di Matim tetapi kalau Monika kami akan libatkan dia untuk menjelaskan pariwisata atau saat berkunjung di semua tempat wisata yang ada di Matim,” ujarnya.

Terkait ketiaadaan perlombaan pemilihan putri pariwisata Matim pada tahun 2019, dia mengaku hal itu dikarenakan tidak ada dana.

“Kita tidak dialokasikan dana makanya kita ambil keputusan bahwa yang runner up saat tahun 2018 yang dipilih menjadi putri pariwisata Matim. Apalagi semua kabupaten wajib ikut,” ucapya.

Kanisius juga menjelaskan masih banyak keterbatasan sarana di dinas yang dipimpinnya. Namun, tahun ini pihaknya akan membuka website untuk mempromosikan pariwisata yang ada di kabupaten itu.

Senada dengan itu, Kabid Promosi Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga, menjelaskan bahwa posisi putri pariwisata sangat strategis dalam membantu mengembangkan pariwisata kita.

Matim kata Elin, sudah pernah menempatkan wakilnya sebagai putri pariwisata NTT. Dia pun berharap kali ini Matim diberi kepercayaan yang sama.

Disinggung terkait persiapan Monik mengikuti ajang ini, Elin mengaku telah menyiapkannya dari berbagai hal. Secara khusus pengetahuan tentang kepariwisataan, kepribadian, pengetahuan tentang kopi dan teknik-teknik public speaking.

“Dalam persiapannya kami juga melibatkan Psikolog Jefrin Haryanto, sehingga Monik memiliki cukup banyak pengetahuan tentang bagaimana membangun public speaking dan personal branding,” pungkas Elin.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Dinas Pariwisata Matim Manggarai Timur Monika Andri Monika Yuliana Andri
Previous ArticleGMNI Minta Disdukcapil Ende Studi Banding Soal Pelayanan ke Daerah Tetangga
Next Article Ubi Nuabosi dan Pisang Barangan Kehilangan “Brand”

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.