Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bentang Bendera “Raksasa” di Perbatasan Negara, Polres TTU Cetak Rekor
NTT NEWS

Bentang Bendera “Raksasa” di Perbatasan Negara, Polres TTU Cetak Rekor

By Redaksi9 Juli 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Polres TTU dan Anggota TNI saat memegang bendera berukuran raksasa yang dibentangkan tepat di perbatasan RI-RDTL, Selasa 09 Juli 2019. (Foto: Eman/VoxNTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Aparat Kepolisian Resort Timor Tengah Utara (Polres TTU) membentang bendera merah putih raksasa di garis perbatasan RI-RDTL, Selasa (09/07/2019).

Bendera berukuran panjang 1.773 meter (1,773 km) dan lebar 75 cm itu dibentangkan pasukan gabungan TNI dan Polri di Desa Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten TTU.

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto, Wakapolres TTU, Kompol Yetter Selan, jajaran Kapolsek dan Perwira serta Komandan Pos Haumeni Ana, Letda Inf. Arafik ikut membentangkan bendera yang berhasil mencatatkan rekor pembentangan bendera merah putih terpanjang di wilayah perbatasan yang tercatat pada lembaga prestasi Indonesia-Dunia (LEPRID).

Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto saat diwawancarai VoxNtt.com menuturkan, pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara Ke 73.

Panjang 1773 meter tersebut bermakna hari ulang tahun Bhayangkara ke-73.

“Jadi pembentangan bendera ini dalam rangka memperingati HUT Bhayangkara tanggal 1 Juli, ke-73. Jadi, angkanya 1 (satu) terus Bulan 7 (tujuh) dan ulang tahun ke 73,” ujarnya.

Pembentangan bendera ini, menurutnya, untuk menumbuhkan dan meningkatkan semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air dalam diri masyarakat perbatasan.

Wilayah perbatasan kini, katanya sangat terbuka. Ini berpeluang besar bagi pihak luar untuk masuk dan memprovokasi warga.

“Dengan momentum ini kita ingin menunjukkan, bahwa negara Indonesia merupakan negara yang besar. Sehingga TNI, Polri dan masyarakat harus bekerja sama untuk menjaga kedaulatan negara ini di wilayah perbatasan,” ujar Rishian.

Rishian juga menuturkan, untuk memeriahkan perayaan HUT Bhayangkara tahun ini, pihaknya menggelar aneka kegiatan, yakni, pembersihan rumah ibadat serta anjangsana dan kegiatan lainnya.

Sebagai upacara puncak, akan digelar upacara bendera di Desa Haumeni Ana, Rabu (10/07/2019).

“Nanti besok akan digelar upacara di Perbatasan , terus lanjut dengan pentas kesenian yang melibatkan semua stakeholder,” tuturnya.

Ketua LEPRID, Paulus Pangka, melalui awak media, mengapresiasi prestasi yang dibuat oleh Polres TTU.

Menurutnya, ini merupakan pembentangan bendera merah putih berukuran raksasa pertama di perbatasan Negara di Indonesia bahkan dunia.

“Pembentangan bendera hari ini kami nyatakan bahwa ini rekor dunia, karena baru hari ini terjadi ada pembentangan bendera suatu negara yang berukuran sangat panjang di perbatasan antara dua Negara,” tandasnya.

“Kalau nanti ada yang mau memecahkan rekor yang sudah dibuat Polres TTU ini, maka panjang benderanya nanti harus lebih dari 1. 773 meter ditambah 10 persen,” tuturnya.

Paulus menuturkan, pencetakan rekor yang dilakukan hari ini diprakarsai oleh Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Raja Erizman dan diinisiasi oleh Kapolres TTU, AKBP Rishian Krisna Budhiaswanto.

Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Pemkab TTU, Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonif Mekanis 741/GN, Mayor Inf. Hendra Saputra serta Dandim 1618/TTU, Letkol arm. Roni Junaidi.

Untuk semua pihak yang terlibat baik itu pemrakarsa, inisiator dan pendukung kegiatan ini, pihaknya akan memberikan piala dan piagam penghargaan.

Piala dan piagam tersebut akan diserahkan saat upacara bendera memperingati HUT Bhayangkara ke-73 yang akan digelar Rabu besok.

“Nanti saat upacara baru kita serahkan piala dan piagam tersebut,” ujarnya.

Pantauan media ini, warga desa setempat juga terlibat dalam pembentangan bendera tersebut. Merekapun memegang lambing Negara kebanggaannya itu dengan penuh antusias.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Boni J

Perbatasan RI-RDTL TTU
Previous ArticleGubernur NTT Minta Peran Kejaksaan Terus Diperkuat
Next Article 235 CPNS di Kota Kupang Dapat Pembekalan

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.