Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Terkait Pilkada Manggarai, Pengamat: Yang Populer Belum Tentu Punya Ruang Elektabilitas
Pilkada

Terkait Pilkada Manggarai, Pengamat: Yang Populer Belum Tentu Punya Ruang Elektabilitas

By Redaksi1 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Pengamat Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Lasarus Jehamat, menilai pemimpin yang bakal bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkda) Manggarai 2020 mendatang tidak hanya berkutat pada popularitas seorang figur.

“Yang populer itu kan belum tentu punya ruang elektabilitas,” ucap Alumnus Universitas Gadjah Mada itu saat dihubungi VoxNtt.com, Kamis (01/08/2019).

Dikatakannya, kemenangan seseorang di level lokal itu sangat tergantung pada kemampuan orang tersebut mengkapitalisasi dukungan politik.

“Bisa saja dari satu kecamatan muncul banyak nama. Soal peluang, sangat tergantung kecerdasan dia men-deliver semua keinginan masyarakat dan diadvokasi dengan baik selama ini,” tukas Lasarus.

“Bahwa ada aspek popularitas di sana, iya. Tapi belum tentu punya ruang elektabilitas,” tambahnya.

Jehamat juga mengapresiasi beberapa figur yang muncul saat ini. Figur itu tidak hanya mereka yang lama. Tetapi juga figur baru yang sudah menyatakan sikap untuk ikut pada perhelatan pesta demokrasi tahun depan.

“Buat saya, semakin banyak nama yang mau bersaing semakin bagus,” ucap dosen sosiologi Undana Kupang itu.

Menurut dia, munculnya sejumlah nama, selain menunjukkan dinamika politik lokal, juga menggambarkan demokrasi di Manggarai semakin berkembang baik.

Kendati demikian kata dia, berkaca dari pengalaman Pilkada Manggarai sebelumnya, peta kekuatan politik masih seputar Cibal versus Satar Mese.

Dia pun berharap konstelasi politik pada pesta 5 tahunan itu, kelak tidak mengakibatkan kekacauan politik yang berkepanjangan bagi masyarakat Manggarai.

“Politik itu sesaat meski sungguh menyita energi sosial. Karena itu, jangan sampai putus hubungan karena alasan politik itu. Saya kira itu,” ucapnya.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Lasarus Jehamat Manggarai Manggarai Timur
Previous ArticleRKPDes Siru Mabar Tahun 2020 Mulai Dibahas
Next Article Kejari TTS Tahan Tiga Tersangka Korupsi Embung Mnelalete

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Spesialis Tendang Bebas Jeims Moa Antar Desa Pinggang FC Raih Podium Dua di Turnamen U15 Kecamatan Cibal

2 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.