Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Gelar Seminar dan Lokakarya Nasional 2019, Ini yang Dibahas FKPTPI
MAHASISWA

Gelar Seminar dan Lokakarya Nasional 2019, Ini yang Dibahas FKPTPI

By Redaksi7 Agustus 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia Wilayah Timur (FKPTPI) 2019. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT –Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia Wilayah Timur (FKPTPI) tahun 2019 menggelar Seminar Ke-6 dan Lokakarya nasional di Hotel Kristal, Kota Kupang, Rabu (07/08/2019)

Kegiatan itu dihadiri oleh para pimpinan PTPI, dosen, peneliti, praktisi pertanian, birokrasi, dan mahasiswa pertanian.

Ketua Panitia Seminar dan Lokakarya Nasional 2019, Maximilian M. J Kapa mengatakan, Fakultas Pertanian Undana dipercayakan oleh FKPTPI sebagai pelaksana kegiatan tersebut dengan tema “Masa Depan Pertanian Lahan Kering Kepulauan Menuju Ketahanan Pangan Pada Era Revolusi Industri 4.0”.

“Jadi kegiatan ini dipercayakan kepada Fakultas Pertanian. Dan kami dari fakultas pertanian Undana yang melaksanakan,” ujar Maximilian kepada wartawan usai pembukaan kegiatan.

“Nah, dari tema ini kami membagi dalam empat aspek pembahasan atau aspek kebijkan yaitu, tentang teknologi pertanian, Agrobisnis, agroforestri, dan aspek sosial ekonomi dari pertanian lahan kering di NTT,” katanya.

Kegiatan itu, juga dilaksanakan dalam rangka memperingati dies natalis Undana ke 67 dan dies natalis Fakultas Pertanian Undana yang ke 37.

Ia berharap seminar nasional itu bisa memberikan kontribusi kepada pembangunan pertanian lahan kering di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Jadi, pokok-pokok pikiran hasil seminar ini akan kami serahkan kepada pemerintah daerah atau siapa-siapa saja yang berkepentingan sebagai pijakan untuk merencanakan, merumuskan kebijakan yang akan datang,” tuturnya.

Sementara untuk hasil lokakarya tambahan dia, lebih kepada perumusan kurikulum Fakultas Pertanian untuk mengantisipasi era Industri 4.0.

“Memang kurikulum-kurikulum kita harus terus direvisi sesuai perkembangan dari pembangunan di Indonesia, terutama perkembangan dunia. Jadi, kita selalu mengacu pada kurikulum, itu harus terus dirubah sesuai dengan tuntutan dari industri kita. Karena kita sekarang berada pada Industri 4.0, maka kurikulum itu harus berubah ke situ untuk menjawab tantangan itu,” Kata Maximilian.

Kegiatan itu terdiri dari lima pembicara kunci, yakni Menteri Pertanian RI, Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Lingkungan Hidup dan KH RI, Gubernur NTT, Rektor Undana, dan Sekjen FKPTPI.

“Namun, karena berbagai kesibukan, Mentan tidak hadir, demikian juga dengan Gubernur NTT, kehadirannya diwakili Wakil Gubernur, serta Rektor Undana diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Kerja sama dan alumni, ” ujarnya.

Di samping empat pembicara kunci tersebut, kata Max, seminar dan lokakarya juga dihadiri oleh sejumlah pemakalah yang berasal dari berbagai universitas negeri maupun swasta seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, NTB, Sulawesi, Kalimantan sampai Papua dan juga pemakalah dari berbagai PTN dan PTS di NTT dan LSM kurang lebih 70 pemakalah.

Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi saat membuka kegiatan tersebut mengatakan, NTT memiliki lahan kering yang cukup luas, yang belum dikelola oleh masyarakat secara maksimal. Nae Soi berharap, secara teknis dapat dibahas dalam seminar dan lokakarya FKPTPI.

“Bagaimana sekarang korelasi antara kebutuhan masyarakat, lahan yang ada, dengan dunia pendidikan. Oleh sebab itu, lokakarya ini, selain kita mencari penyebab mengapa lahan – lahan yang belum dikelola, dan kita banyak sekali tenaga – tenaga kita yang ada tetapi masyarakatnya belum bisa kita perdayakan untuk manfaatkan lahan itu,” katanya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

FKPTPI Josef A. Nae Soi Kota Kupang
Previous ArticlePemprov NTT Diingatkan untuk Hindari Mekanisme Sinterklas
Next Article Polisi Periksa Saksi Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur di Sulamu

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.