Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Fraksi Demokrat NTT Kembali Pertanyakan Rencana Penutupan dan Relokasi Warga Pulau Komodo
NTT NEWS

Fraksi Demokrat NTT Kembali Pertanyakan Rencana Penutupan dan Relokasi Warga Pulau Komodo

By Redaksi20 Agustus 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jubir Fraksi Demokrat DPRD NTT, Reni Marlina Un, membacakan pendapat akhir Fraksi atas RAPBD NTT tahun anggaran 2019 di ruangan Kelimutu, lantai 2 Kantor DPRD NTT, Selasa 20 Agustus 2019. (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Fraksi Demokrat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mempertanyakan konsep Pemerintah Provinsi NTT di balik rencana penutupan dan merelokasi pulau Komodo.

Sorotan itu disampaikan Fraksi Demokrat dalam pendapat akhir Fraksi Partai Demokrat atas rancangan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) NTT tahun anggaran 2019 yang dibacakan Juru bicara fraksi, Reni Marlina Un di ruangan Kelimutu, lantai 2 Kantor DPRD NTT, Selasa (20/08/2019).

Reni mengatakan, Fraksi Partai Demokrat sangat ingin menikmati ajakan pemerintah, bahwa pada saatnya bersama pemerintah menyaksikan “tawa ria, suka cita dan genangan air mata kebahagiaan” .

“Namun sekali-kali tidak dengan cara “mengusir” mereka dari lingkungan mereka hidup dan bertumbuh, bahkan menyatakan mereka sebagai penduduk liar,” kata Reni.

Catatan Fraksi Partai Demokrat tegas dia, belum mendapatkan penjelasan lengkap dari pemerintah provinsi ke DPRD tentang konsep di balik rencana penutupan Pulau Komodo dan relokasi warganya.

Fraksi Demokrat NTT Tolak Penutupan dan Relokasi Penduduk Pulau Komodo

Pemprov NTT Tanggapi Pernyataan Fraksi Demokrat Terkait TP2

“Kami hanya mendapat informasi di media bahwa waktu penutupan pada awal 2020, rencana alokasi anggaran Rp 100 miliar. Dan deretan statement keras bahwa warga NTT yang tinggal di Komodo sebagai penduduk liar yang harus direlokasi, serta tentang tidak berlakunya Hak Asasi Manusia (HAM) di komodo hanya animal right saja,” ujarnya.

Fraksi Partai Demokrat juga ujar Reni, mempertanyakan kejelasan kewenangan terkait Taman Nasional Komodo (TNK) yang hingga saat ini masih kewenangan pusat.

“Begitu banyak kewenangan yang harusnya kita urus, belum kita lakukan secara baik termasuk quick win yang ‘digembar-gemborkan’ sejak awal pemerintahan ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Fraksi Partai Demokrat tidak merasa keberatan dengan sikap tidak terpengaruhnya pemerintah terhadap Pemandangan politik Fraksi Partai Demokrat. Menurutnya, Fraksi Demokrat menjalankan tugasnya untuk membela kepentingan rakyat.

“Karena kami memang tidak perlu “cari muka” di depan pemerintah. Tugas kami adalah membela kepentingan 2000-an warga Pulau Komodo yang terancam kehilangan hak dan kemanusiaannya. Dan  karena urusan ini, Fraksi Partai Demokrat tidak disukai bahkan dibenci, tidak apa-apa. Ini harga yang harus kami bayar untuk pilihan sikap politik demi membela rakyat, ” tegasnya.

Penulis: Tarsi Salmon

Editor: Boni J

Demokrat Demokrat NTT Erni Un Komodo Kota Kupang
Previous ArticleRusuh di Papua, Relawan Minta Jokowi Pertimbangkan Lagi untuk Datang di NTT
Next Article Parkir Liar Marak di Ruteng, Kadis Perhubungan Tolak Diwawancara

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.