Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa, PMKRI Kupang Datangi Polda NTT
MAHASISWA

Tindakan Represif Terhadap Mahasiswa, PMKRI Kupang Datangi Polda NTT

By Redaksi29 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aktivis PMKRI Cabang Kupang saat tiba di depan gerbang Polda NTT, Sabtu, 28 September 2019 (Foto: Dok. PMKRI Cabang Kupang)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Sejumlah aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kupang mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (28/09/2019).

Kedatangan aktivis itu untuk merespons situasi yang terjadi di tubuh bangsa dan Negara Indonesia akhir-akhir ini.

Tak hanya itu, PMKRI Kupang juga meminta Negara harus bertanggung jawab atas 90 mahasiswa di Jakarta yang telah dihilangkan dan 2 mahasiswa di Sulawesi Tenggara yang diduga dengan sengaja ditembak oleh aparat Kepolisian.

Sejumlah aktivis PMKRI Cabang Kupang itu melakukan aksi heroik di depan Polda NTT.

Anggota PMKRI Cabang, Oktovianus Ola Bage Ariana mengatakan, aksi ini merupakan bentuk rasa keprihatinan dan solidaritas terhadap rekan-rekan mahasiswa yang mendapat tindakan represif dari oknum Kepolisian.

“Baik yang terluka karena kena tembahkan senjata maupun yang terkena pukulan dari aparat,” tegasnya kepada VoxNtt.com, Sabtu siang.

Bahkan yang paling disayangkan kata dia, adalah 90 mahasiswa di Jakarta yang diduga sengaja dihilangkan oleh aparat Negara pada saat aksi demonstrasi 24 September lalu.

“Serta dua rekan mahasiswa yang telah mati tertembak oleh aparat Kepolisian yaitu saudara Randy dan Muhamad Yusuf kardawi di Sulawesi Tenggara,” tegas Oktovianus.

Ia mengatakan, pada saat mereka tiba di Polda NTT sempat terjadi perdebatan dengan pihak Kepolisian di gerbang depan Polda NTT.

“Salah satu oknum Kepolisian yang juga tidak disebutkan namanya mengatakan,” Hari ini hari libur, teman- teman datang di sini tanpa ada pemberitahuan sebelumnya,” sebut dia meniru pernyataan Polisi itu.

“Tetapi kami akan tetap menerima pernyataan sikap dari teman-teman untuk kemudian kami sampaikan ke pimpinan,” tambah dia.

Pihaknya juga menyarankan agar secepatnya mengantarkan surat audiensi kepada Kapolda NTT, Irjen Pol Hamidin guna untuk membicarakan hal-hal penting.

Ia menegaskan, aksi spontan ini sebagai bentuk rasa solidaritas dan keprihatinan PMKR Kupang terhadap rekan yang mengalami ketertindasan dari aparat Kepolisian.

Menurutnya, Negara ini sedang dalam kondisi yang tidak aman.

“Suara dibungkam, politisi dan pemerintah  berkompromi  secara sewenang-wenang untuk menggolkan kepentingannya tanpa memikirkan nasib rakyat,” tegas Oktovianus.

“Ke mana Negara ini memikirkan nasib bangsa ini saudara-saudara,” tambah dia.

Ia menambahkan, pihak Kepolisian yang secara sewenang-wenang melakukan tindakan kekerasan terhadap aksi mahasiswa di berbagai daerah.

“Dan apabila Kepolisian terus melakukan tindakan represif terhadap aksi mahasiswa, maka kami tidak tinggal diam dan terus melakukan aksi yang besar-besaran,” ujarnya.

Indonesia tegas Oktovianus, adalah Negara demokrasi. Sebab itu, aturan mesti ditegakkan seadil-adilnya.

“Nasib kami terus ditindas dengan cara yang keji,” tandasnya.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

PMKRI PMKRI Kupang
Previous ArticleAde Rai Ajak Masyarakat NTT Budayakan Pola Hidup Sehat
Next Article Rektor Undana Buka Turnamen Faperta Cup XXXIV 2019

Related Posts

Astra Tandang Apresiasi Political Will Pemerintah dan DPR Sahkan RUU PPRT

22 April 2026

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.