Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tak Turun Hujan, Warga Aeramo dan Towak Makin Resah
NTT NEWS

Tak Turun Hujan, Warga Aeramo dan Towak Makin Resah

By Redaksi21 Januari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, VoxNtt.com-Tak kunjung turun hujan tiga minggu terakhir ini petani jagung di desa Aeramo dan Kelurahan Towak Kecamatan Aesesa makin resah.

Pasalnya jagung yang berumur 2 minggu tidak basahi oleh hujan, sehingga tanaman jagung pelan-pelan mulai layu dan kering.

Aloysius Towa warga Kelurahan Towak Kecamatan Aesesa, Kabupaten Negekeo yang ditemui VoxNtt.com di kediamannya pada Sabtu (21/1) mengatakan bahwa dirinya sedikit galau karena jagung yang telah ditanam sempat bertumbuh subur, namun kini mulai pelan-pelan layu.

“Kita tidak stres mau bagaimana, jagung kita tanam sudah mulai kering karena seja tanam hujan baru dua kali,” katanya.

Hal senada dengan Marselus Gaso yang juga RT 02 Desa Aeramo. Ia juga mencemaskan hasil tanaman jagung ditanam, pasalnya jagung yang telah tumbuh dan keluar tunasnya ini mulai pelan-pelan kering.

Marselus Gaso warga RT 02, Desa Aeramo,Ngada

“Susah juga kita mau mengeluh ke siapa akibat gejala alam seperti ini, kami petani hanya bisa pasrah dan berdoa agar melancarkan turunya hujan sehingga hasil tanaman kami dapat tumbuh subur” harap Marselus.

Dirinya juga mengharap pihat terkait agar segera memperhatikan petani yang saat ini di nilai gagal panen.

Pantauan vox ntt sebagian areal ladang petani telah di tanam jagung dan tetapi masih ada yang belum menanam akibat curah hujan yang renda dan jarang turun.

Sebagian besar warga towak dan aeramo merasa galau dengan kondisi alam dan cuaca seperti ini. Pada hal akhir desember 2016 sudah memasuki musim hujan. ***(Arton/VoN)‎.

Foto Feature: Tanaman Jagung warga Towak terlihat mulai kering. Foto di ambil Sabtu (21/1).

 

Ngada
Previous ArticleTelah Kantongi Hasil Audit, Kasus Tanah Malasera Siap Dieksekusi
Next Article DPRD Tidak Setuju Patung Motang Rua Dibangun di Mbaru Wunut

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.