Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Sipri Reda: Kami Ingin Ende Jadi Kota Pariwisata
Regional NTT

Sipri Reda: Kami Ingin Ende Jadi Kota Pariwisata

By Redaksi8 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Staf Ahli Konsultan Perencana PT Konindo Panorama Konsultant Siprianus Reda saat dikonfirmasi wartawan terkait master plan perkotaan (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT- Staf Ahli Konsultan Perencana PT Konindo Panorama Konsultant Siprianus Reda mengatakan, Kota Ende akan secara bertahap ditata menjadi kota pariwisata. 

Hal ini ia sebut berdasarkan tagline Pemerintah Kabupaten Ende membangun desa menata kota.

“Untuk itu kita mulai desain sistem drainase. Di dalam Kota Ende ini kan banyak tergenang air, nah akan nanti direkayasa sistem drainase,” kata dia di sela-sela Rapat Pembahasan Laporan Fakta dan Analisa Penyusunan Master Plan Drainase Perkotaan Ende di Aula Cita Rasa, Jalan Kelimutu, Selasa (08/10/2019).

Ia mengakui, secara umum sistem drainase yang terjadi selama ini masih ditemukan beberapa titik genangan air.

Misalnya di Jalan Achmad Yani, Jalan Gatot Subroto, Jalan Wirajaya dan beberapa jalur di wilayah Kelurahan Mbongawani.

Untuk itulah pihaknya berencana pada tahun anggaran berikutnya sistem drainase dalam kota dipasang U Ditch atau sistem pemasangan langsung. Bukan pemasangan dengan sistem mortar.

“Jadi, itu untuk desain yang dianggap praktis. Kami ingin agar desain pada anggaran periode berikutnya menjadi kota Ende sebagai kota pariwisata,” tutur dia.

Sipri menambahkan, rancangan drainase pada jalur pembuangan mayoritas akan bermuara ke laut. Untuk itu pada setiap titik pembuangan akan dipasang penyaringan sampah.

“Maksudnya sampah-sampah tidak begitu mudah berujung ke laut. Kan, ini desain untuk kota pariwisata sehingga laut juga akan tetap bebas dari sampah-sampah,” katanya.

Sipri berkata, ukuran drainase yang dirancang kurang lebih sepanjang 65 kilometer. Itu terakumulasi semua rancangan drainase dalam kota.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleDua Tersangka Kasus Proyek Embung Nimasi Ditahan Kejari TTU
Next Article PKB TTU Buka Pendaftaran Balon Peserta Pilkada Selama Sebulan

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.