Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Program RPM Ringankan Beban Petani
Ekbis

Program RPM Ringankan Beban Petani

By Redaksi18 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bawang merah hasil produksi petani Malaka (Foto: Frido Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Program Revolusi Pertanian Malaka (RPM) yang digagas Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dinilai meringankan beban para petani di kabupaten itu.

Hingga kini, program unggulan Bupati SBS ini tampak sudah mencuri perhatian para petani di Kabupaten Malaka.

Program ini juga turut menyita perhatian petani asal kabupaten tetangga, Rote Ndao.

Leonard M. Henuk, seorang petani bawang merah asal Kabupaten Rote Ndao, mengaku iri melihat para petani di Malaka.

Ia menilai, para petani di Malaka dimanjakan oleh pemerintah. Hal itu bisa terlihat dari bantuan Pemkab Malaka yang mengolah lahan secara gratis, membagikan bibit, dan pendampingan oleh tim ahli penyuluh pertanian lapangan (PPL).

“Petani bawang di Malaka itu enak. Pemerintah balik lahan, siap bedeng, bagi bibit dan seterusnya. Kalau kami kan harus siap sendiri, mulai dari penyiapan lahan dan bibit sampai pemasaran,” ujar Leonard kepada wartawan di Kota Kupang, Rabu Malam (16/10/2019).

Kendati semua proses penanaman bawang merah tersebut dilakukan secara mandiri, namun Leonard bersama petani lainnya berusaha atau berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik.

“Masing-masing kita berjuang untuk menjadi yang terbaik, bukan hanya terbaik dalam kualitas hasil panen, tetapi juga bersaing mendapatkan pasar terbaik. Maka, kami cari pasar sampai ke mana-mana. Saya sendiri dulu pernah jual sampai di Malaka,” katanya.

Menurut Leonard, persaingan mengejar pasar itu adalah hal yang wajar dalam usaha.

Karena itu, dirinya mengaku heran ketika mendengar bahwa petani bawang di Malaka mengeluh bawang busuk karena kesulitan pasar.

“Semua biaya kerja pemerintah su tanggung, tinggal cari pasar saja tetapi masih mengeluh? Kita manusia ini tidak sama (karakter tiap orang berbeda, red), tetapi saya pikir kita sependapat bahwa petani di Malaka sudah sangat dimanjakan, sampai-sampai menuntut pemerintah untuk jual bawang mereka. Ibaratnya, sudah suap makanan di mulut, masih minta dikunyakan,” ujarnya.

Baca: Petani Bawang Merah di Malaka Kesulitan Pasarkan Hasil Panen

Kebijakan Pemerintah Kabupaten Malaka untuk mendukung para petani, kata dia, seharusnya dimanfaatkan dengan baik oleh para petani itu sendiri.

Itu terutama untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bukan mengeluh dan mempersalahkan pemerintah.

“Kalau pak lihat orang Rote jual bawang sampai ke Flores, sampai Atambua, itu bukan pemerintah yang bantu. Kami usaha sendiri untuk cari pasar,” pungkas Leonard.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticleSatgas Yonif Raider 142/KJ Ikut Cegah Wabah ASF di Perbatasan
Next Article YMTM Latih Warga Numponi Olah Singkong Jadi Keripik

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.