Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Petani Malaka dan Belu Diajarkan Tanam Jagung Panen Sapi
Ekbis

Petani Malaka dan Belu Diajarkan Tanam Jagung Panen Sapi

By Redaksi30 Oktober 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petani Malaka dan Belu saat mengikuti bimbingan teknis budidaya lahan kering di Hotel Ramayana Betun, Rabu (30/10/2019) (Foto: Ed Sumantri)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Para petani di Kabupaten Malaka dan Belu diajarkan cara tanam jagung panen sapi di Aula Hotel Ramayana, Desa Wehali, kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Rabu (30/10/2019).

Total petani yang mengikuti kegiatan bimbingan teknis pengolahan lahan kering itu sebanyak 50. Rinciannya yakni 30 petani dari Kabupaten Malaka dan 20 petani dari Belu.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT melalui Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan.

Penyuluh Pertanian Madya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Maria E. V .Rukmini menjelaskan, tanam jagung panen sapi adalah salah satu program Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.

Program itu terutama dalam bidang pengembangan pertanian lahan kering. Pertimbangan program ini dijalankan karena NTT memiliki tanah yang sangat berpotensi untuk mengembangkan pertanian lahan kering.

“Lahan kering perlu dikembangkan di daratan Timor seperti Malaka dan Belu. Jadi, kita bisa manfaatkan lahan yang ada untuk tanam jagung, labu, kacang atau tanaman lainnya agar bisa meningkatkan taraf hidup,” kata Maria.

Ia menjelaskan, tanam jagung panen sapi ialah sebagian jagung bisa dikosumsi dan sebagiannya lagi bisa dijual untuk membeli.

“Artinya bahwa petani memiliki luas lahan satu hektare dan hasil produksi bisa mencapai lima ton. Dari hasil yang ada petani bisa konsumsi dan sisanya dijual untuk beli sapi,” jelas Maria.

Ia membeberkan, jika diasumsikan bahwa harga jagung minimal Rp 3000/kg, maka petani akan memeroleh uang tunai sebesar Rp 9 juta sampai 12 juta. Nilai uang sebesar ini dapat membeli sedikitnya dua ekor sapi.

“Manajemen inilah yang disebut tanam jagung panen sapi,” tandasnya.

Untuk itu, kata dia, dalam upaya menunjang pengembangan integrasi jagung dan sapi maka perlu mengimplementasikan kegiatan tanam jagung panen sapi.

“Upaya ini menjamin dalam satu musim petani dapat memiliki sapi sendiri melalui usaha tani jagung,” katanya.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Malaka Yustinus Nahak mengatakan, kegiatan bimtek tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani tentang pengelolaan lahan kering.

Selain itu agar petani bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan kering dalam meningkatkan produksi pertanian dan pendapatannya.

“Pertanian lahan kering merupakan jenis pertanian yang memiliki kandungan air yang rendah, sumber airnya tidak pasti dan cenderung gersang. Hal ini disebabkan karena cuaca yang panas, sehingga menimbulkan tanahnya pecah-pecah. Solusinya adalah menanam pohon buah dan pohon lainnya agar bisa memberikan efek yang positif pada tanaman lainnya,” papar Yustinus.

Lahan kering, lanjut dia, mempunyai potensi besar untuk pengembangan lahan pertanian.

“Tanah Malaka ini merupakan tanah lahan kering, jadi masyarakat bisa manfaatkan untuk menanam jagung, bawang merah atau jenis tanaman lain yang bisa menghasilkan uang guna meningkatkan pendapatan ekonomi dalam keluarga,” katanya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticleBrimob Kompi 4 Pelopor Labuan Bajo Anjangsana ke Binongko
Next Article Gerebek Lokasi Judi, Polres TTU Sita Uang Jutaan Rupiah

Related Posts

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026

Pabrik Porang Reok Beroperasi hingga Pagi, Warga Keluhkan Kebisingan Mesin

4 Mei 2026

Warga Sengari: “Kami Hanya Ingin Hirup Udara Segar, Bukan Asap dan Limbah Porang

3 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.