Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Maju di Pilkada Ngada, Ini Dua Jalur yang Bakal Dilalui Wilfridus Muga
Pilkada

Maju di Pilkada Ngada, Ini Dua Jalur yang Bakal Dilalui Wilfridus Muga

By Redaksi1 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wilfridus Muga, saat mendaftarkan diri ke Sekretariat Partai Demokrat Kabupaten Ngada (Foto: Patrick/VoxNtt.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT- Bakal calon Bupati Ngada Wilfridus Muga (WM) memilih dua jalur untuk maju di Pilkada 2020 mendatang.

Keduanya yakni, WM memilih jalur partai politik dan jalur independen.

WM sendiri secara resmi telah mendaftar di Partai Demokrat Kabupaten Ngada. Ia merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat kabupaten itu.

Saat mendaftar, dia didampingi beberapa ketua dan tim pemenangan, serta pendukungnya saat menyambangi Sekretariat DPC Partai Demokrat Kabupaten Ngada untuk menyerahkan berkas pendaftaran, Kamis (31/10/2019).

Sekitar pukul 15.00 Wita, WM tiba di sekretariat DPC Partai Demokrat.

Kedatangannya diterima oleh Ketua panitia penerimaan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati DPC Demokrat Ngada Stanislaus Suka beserta pengurus lainnya.

WM dikabarkan juga akan memilih alternatif maju sebagai calon Bupati Ngada tahun 2020 melalui jalur independen.

Dari informasi yang diperoleh, WM diketahui telah berhasil mengumpulkan puluhan ribu KTP sebagai syarat dukungan untuk calon perseorangan.

Saat dikonfirmasi VoxNtt.com, kandidat dengan tagline Gerakan Muda Pejuang Aspirasi Rakyat (GEMPAR) itu mengatakan, jika DPC Partai Demokrat Ngada akan mendukungnya untuk ikut maju dalam Pilkada mendatang, maka pintu parpol bakal terbuka baginya.

“Saya bersama tim sudah turun langsung meminta izin kepada kelompok masyarakat dan meminta dukungan berupa KTP sebagai syarat dukungan untuk maju dalam Pilkada Ngada jalur perseorangan atau independen,” ujar pendiri STKIP Citra Bakti itu.

“Sebagai syarat dalam memenuhi aturan yang berlaku, kami sudah mengumpulkan puluhan ribu KTP wajib pilih yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Ngada dan jika Demokrat mendukung saya maju dalam Pilkada Ngada, bukan tidak mungkin peluang saya untuk “tarung” lewat jalur parpol itu masih ada,” tambahnya.

Di Kabupaten Ngada sendiri minimal dukungan masyarakat berupa KTP untuk calon Bupati jalur perseorangan adalah sepuluh persen dari jumlah DPT pemilihan pilnas 2019.

Sedangkan Partai Demokrat Ngada, pada Pileg 2019 lalu hanya mampu meraup dua kursi di DPRD.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Demokrat Demokrat Ngada Ngada
Previous ArticlePilkada Ngada 2020, Ini Syarat untuk Calon Independen
Next Article Gakkum Dalami Kerusakan Mangrove di Pantai Borong Matim

Related Posts

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Reses di Kuwu, Lexy Armanjaya Dorong Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Pertanian Produktif

26 Februari 2026

PADMA Indonesia Desak Pemkab dan DPRD Ngada Dukung Autopsi Forensik Kasus Kematian YBS

15 Februari 2026
Terkini

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.