Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Pengelolaan Dapodik PAUD Harus Akurat
Pendidikan NTT

Pengelolaan Dapodik PAUD Harus Akurat

By Redaksi30 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta workshop PKG PAUD Wewiku di gedung PAUD Gabriel Wanibesak, Sabtu (30/11/2019)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Pengelolaan Data Pokok Pendidikan Anak Usia Dini (Dapodik PAUD) harus menggunakan data yang cepat, lengkap, valid, akurat, akuntabel dan up to date.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Malaka Petrus Bria Seran melalui Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum dan Pendidikan Non Formal pada Bidang PAUD dan Dikmas, Yanuarius Bere pada kegiatan workshop PKG PAUD Wewiku, Sabtu (30/11/2019). Workshop itu berlangsung di Gedung PAUD Gabriel Wanibesak.

Yanuarius mengatakan, Dapodik sangat berpengaruh terhadap pengambilan kebijakan. Misalnya terkait dengan sarana dan prasarana yang tentu saja harus sesuai dengan realitas, agar kebijakan ke depannya tepat sasaran.

“Dapodik itu berkaitan dengan kebijakan-kebijakan pembangunan di bidang pendidikan, terutama di bidang Pendidikan Anak Usia Dini. Karena itu, pengisian dan pengiriman Dapodik itu sangat penting, dan diharapkan, menggunakan data yang jujur dan akurat,” katanya.

Yanuarius juga mengingatkan para pengelola dan operator agar secara rutin mengisi dan mengirim Dapodik. Sebab sesuai petunjuk, NPSN PAUD akan dibekukan, jika Dapodik tidak dikirim selama 4 semester.

Selain soal Dapodik, dalam kesempatan tersebut Yanuarius juga menyentil tentang kurikulum.

Kurikulum anak usia dini, kata dia, berisi seperangkat kegiatan belajar melalui bermain.

Hal ini agar dapat memberikan pengalaman langsung bagi anak dalam rangka mengembangkan seluruh potensi perkembangan yang dimiliki.

Ia menjelaskan, tujuan pengembangan kurikulum adalah untuk mengoptimalkan perkembangan anak secara menyeluruh, serta terjadinya komunikasi interaktif.

Karena itu, kurikulum bagi anak usia dini haruslah memfokuskan pada perkembangan yang optimal pada seorang anak melalui lingkungan sekitarnya.

Kurikulum juga harus dapat menggali berbagai potensi anak melalui permainan, serta hubungan dengan orangtua atau orang dewasa lainnya.

Sebab itu, menurut Yanuarius kelas-kelas bagi anak usia dini harus mampu menciptakan suasana yang kreatif dan penuh kegembiraan.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka
Previous ArticleMahasiswa KKN Undana Kupang Pungut Sampah di Pasar Oesapa
Next Article IMMALA Kupang Dukung Program RPM

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.