Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Habiskan Dana 3 Miliar Lebih, Begini Kondisi Proyek Jalan Lingkar Luar Kota Borong
NTT NEWS

Habiskan Dana 3 Miliar Lebih, Begini Kondisi Proyek Jalan Lingkar Luar Kota Borong

By Redaksi6 Januari 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tampak material masih menumpuk dalam badan jalan. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pembukaan jalan baru di kawasan mangrove Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menghabiskan anggaran Rp 3.017.082.000,00.

Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

Proyek dengan nama paket peningkatan jalan lingkar luar Kota Borong itu, dikerjakan oleh kontraktor CV Chavi Mitra, konsultan perencana CV Graha Duta Lehong dan konsultan pengawas CV Nifunua Consultan.

Baca Juga: Jalan Baru Tetap Laju, Mangrove Tak Berdaya

Selain menghabiskan dana yang cukup fantastis, proyek yang dikerjakan tahun 2019 itu memiliki panjang 1200 meter dan lebar 15 meter. Di bagian kiri dan kanan jalan dibangun tembok penahan tanah.

Beberapa pohon yang dirusak akibat pembukaan jalan tersebut mulai mengering. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

Proyek ini juga sudah selesai masa kontrak. Terpantau, Senin (06/01/ 2020), tampak material berupa batu dan pasir menumpuk di sejumlah titik di jalan tersebut.

Selain itu, di bagian badan jalan tampak beberapa titik digenangi air. Di titik lain, tampak beberapa pohon mangrove yang dirusak akibat pembukaan jalan itu sudah mengering.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Yosep Marto mengatakan pembangunan jalan itu, dalam rangka mendukung proyek rehabilitasi hutan mangrove yang dicanangkan PDT. Kementrian Desa.

Beberapa titik digenangi air hujan. (Foto: Sandy Hayon/ Vox NTT)

“Sehingga Pemkab mengambil jalan di belakang supaya melindungi mangrove, menghindari ekspansi masyarakat dari belakang yang mengklaim,” ujar Marto kepada VoxNtt.com, Rabu, 23 Oktober 2019 lalu.

Baca Juga: Kala Kadis PUPR Matim Tak Gentar

Dikatakannya, selain upaya melestarikan hutan mangrove, juga dalam upaya membangun pariwisata Matim ke depan.

Terkait beberapa pohon mangrove yang digusur jelas dia, ke depan akan diupayakan untuk melakukan penanaman kembali.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Matim Donatus Datur mengatakan pihaknya sudah melakukan analisis terkait proyek jalan yang tengah dibangun itu.

“Kita sudah analsis UKL (Upaya pengelolaan Lingkungan Hidup) dan UPL (Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), dampaknya. Dia tidak ke Amdal (Analisis dampak Lingkungan (Amdal) karena skopnya kecil,” jelasnya.

Donatus menjelaskan, langkah yang ditawarkan akibat kegiatan pembukaan jalan lingkar luar kota Borong itu, yakni melakukan penanaman mangrove yang baru.

“Ke depan harus ada akses air laut yang masuk ke sebelah nanti. Supaya mangrove dan habitat yang ada di bawah mangrove itu bisa hidup kembali,” ujarnya.

Penanaman 687 anakan mangrove sempat diupayakan oleh Pemerintah Kelurahan Kota Ndora, dan pecinta mangrove Jumat, 15 November 2019 lalu.

Kendati demikian, hanya dalam tempo waktu satu bulan, ratusan anakan itu pun mengering dan mati.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleDelicious Grilled Chicken at Primarasa Restaurant
Next Article Pemdes Namangkewa Bekali Anak Muda untuk Buka Usaha Pangkas Rambut

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.