Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa
KESEHATAN

Soal Corona, Wagub NTT Suruh Masyarakat Minum Jus Kelor dan Berdoa

By Redaksi3 Maret 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu di Kupang (Foto: Tarsi Salmon/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Josef Nae Soi menegaskan kepada masyarakat NTT agar tidak usah menanggapi secara berlebihan mengenai Virus Corona.

Menurut Josef, isu tentang Corona itu harus ditanggapi secara proporsional.

“Kalau Corona ini kan flu biasa, minum itu kelor saja sudah beres. Kelor depan rumah banyak-banyak kok, tidak usah takut. Yang kita takutkan adalah kemiskinan, kemelaratan, kebodohan, stunting, itu yang harus kita takuti. Tidak usah takut terhadap Corona,” ujar Josef di pelataran Sahid Timor Hotel, Selasa (03/03/2020) Siang.

BACA JUGA: Sosok Gubernur NTT El Tari: Memberikan Uang Sisa Perjalanan Dinas ke Panti Asuhan

Mengenai persiapan pemerintah Provinsi NTT, Josef mengatakan bahwa persiapan Pemprov tidak menyiapkan apa-apa.

“Kita tidak siapkan apa-apa tetapi kita mempersiapkan semua rakyat Indonesia supaya tidak miskin dan tidak boleh mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan. Bukan hanya Corona. Kita yang mesti takuti itu bagaimana supaya rakyat NTT tidak miskin, tidak melarat dan pendidikannya bagus. Kalau pendidikannya bagus, pola makannnya bagus dan kesehatan  bagus. Kenapa kita takut?. Berdoa kepada Tuhan saja,” kata dia.

Josef menyarankan agar sebaiknya persoalan Virus Babi ASF dan DBD yang kini melanda sebagian kabupaten dan kota di NTT yang harus diributkan.

“Kenapa virus Babi Afrika itu tidak diributkan, tetapi kita ribut soal Corona. Dua orang itu ada di Depok. Kita di sini ribut kita punya, kenapa kita ributkan orang di luar sana. Oke kita waspada iya, tetapi jangan sampai terlalu panik,” tegasnya.

Ia bahkan mengatakan jika dirinya baru pulang dari Equador dan selama perjalanan, Yosef tak pernah menggunakan masker.

“Saya baru saja pulang dari Equador tidak pernah pake masker. I believe my God, I believe my health an I beleave my self,” tegasnya lagi.

Menurutnya, orang kadang membangun issu membuat orang panik. “Orang bikin issu  ini itu, kita mulai panik. Nanti kita tidak bisa bergaul. Kita boleh waspada. Kenapa kita tidak ributkan DBD di Sikka yang sudah lebih dari 2000 lebih orang penderita. Kok kita ribut dengan Corona,” ungkapnya.

“Kita waspada Ok, kita hati-hati oke tapi jangan panik,” tandas Josef.

Baca Juga: 11 Orang Meninggal, Dinkes NTT Kirim Dokter Tambahan ke RS T.C.Hillers Maumere

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Josef A. Nae Soi Josef Nae Soi Kelor Virus Corona
Previous Article11 Orang Meninggal, Dinkes NTT Kirim Dokter Tambahan ke RS T.C.Hillers Maumere
Next Article Meski Dilarang Pemda, KSOP Tetap Beri Izin Turis Australia Berwisata di Ende

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.