Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Sebut Uang Hilang Adalah Musibah, Pemdes Nenbura Berupaya Tetap Laksanakan Kegiatan  
VOX DESA

Sebut Uang Hilang Adalah Musibah, Pemdes Nenbura Berupaya Tetap Laksanakan Kegiatan  

By Redaksi8 Mei 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah satu kegiatan di Desa Nenbura. (Foto: Istimewa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT-Pemdes Nenbura mengalami kehilangan uang sebesar Rp 84 juta lebih yang dicuri dari rumah bendahara beberapa waktu lalu.

Sampai saat ini, baik uang maupun pelaku belum ditemukan.

“Ini musibah. Tetapi kami berusaha untuk tetap melaksanakan kegiatan,” ungkap Kepala Desa Nenbura, Petrus Petu kepada VoxNtt.com beberapa waktu lalu.

Kesepakatan awal kala itu adalah Pemdes Nenbura mengembalikan uang yang hilang.

“Ada kesepakatan untuk kumpul uang. Itu kesepakatan atas kerelaan kami semua karena kami mau kegiatan tetap terlaksana,” ungkapnya.

Akan tetapi, sampai dengan batas waktu 60 yang disepakati bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, rencana tersebut tak dijalankan.

Petrus Petu berharap diberi kesempatan untuk melaksanakan kegiatan dan pertanggungjawaban.

Pasalnya, dana yang hilang tersebut merupakan pembiayaan untuk tiga kegiatan yakni PMT, honor pemateri pelatihan wisata desa dan pajak.

Dua kegiatan terakhir sudah dijalankan. Akan tetapi, agak sulit melaksanakan kegiatan PMT.

Selain belum menyiapkan uang, situasi Covid-19 tidak memungkinkan mereka mengumpulkan anak-anak dan ibu hamil.

Sementara itu, terkait pilihan menyimpan uang di rumah bendahara, Kades Petrus Petu punya alasan sendiri.

Menurutnya, jarak dan waktu tempuh Nenbura ke Maumere terlalu jauh. “Kami jauh, masa setiap kali buat kegiatan kami harus ke Maumere untuk cairkan uang,” pungkas Petrus.

Sebelumnya, Kadis PMD Sikka, Fitriani Kristianita mengatakan telah menyurati Pemdes Nenbura agar membuat kesepakatan dengan BPD. Kesepakatan tersebut nantinya akan dikaji dan ditindaklanjutkan ke Inspektorat.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Boni J

Sikka
Previous ArticleMisteri Syamsul Alam; Pria Asal Kefamenanu Yang ‘Terdampar’ di Lokasi Karantina di Sikka
Next Article Sempat Polemik, Patung Marilonga Kini Dipuja-puji

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.