Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Banyak Uang PKH Hilang, Anggota Pansus DPRD TTS Geram Hingga Pukul Meja
NTT NEWS

Banyak Uang PKH Hilang, Anggota Pansus DPRD TTS Geram Hingga Pukul Meja

By Redaksi18 Juni 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Azkenas Afi, anggota pansus LKPJ Bupati TTS tahun 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

SoE, Vox NTT-Bukan saja Bantuan Sosial Tunai (BST) Covid-19 yang menuai persoalan. Namun, Program Keluarga Harapan (PKH) ternyata belum bisa membawa harapan untuk masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). 

Bagaimana tidak, persoalan PKH kembali menjadi sorotan Pansus DPRD TTS terhadap LKPj Bupati tahun 2019.

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (17/06/2020), Pansus DPRD TTS menyorot habis-habisan kinerja para pendamping PKH.

Azkenas Afi atau yang biasa disapa Kenz, salah seorang anggota Pansus tampak berang saat berhadapan dengan pihak Dinsos TTS saat RDP.

Kenz tampak tak berkedip, menatap tajam wajah Sekretaris Dinsos, Andre Pentury sambil memukul meja saat bicara.

“Saya dapat pengaduan terlalu banyak. Di Santian, Boking, Oinlasi dan banyak kecamatan termasuk di Kota SoE. Banyak penerima PKH yang nomornya terblokir setiap saat hendak ambil uang PKH. Pendamping PKH suruh untuk buat ulang keterangan tidak mampu setiap bulan. Namun sama saja. Sebentar tidak ada uang lagi,” ujar Kenz, geram.

Kenz yang sangat kecewa dengan kinerja para pendamping PKH ini juga mengungkap, banyak pendamping PKH tingkat desa yang memegang kartu ATM milik penerima manfaat dengan modus, ATM tersebut terblokir.

“Sesuai aturan, pendamping PKH tidak memiliki kewenangan simpan kartu ATM milik penerima manfaat berbulan-bulan bahkan hingga bertahun-tahun,” tandasnya.

“Ini Dinas Sosial jangan lagi jawab kami akan tindak, kami akan cari tahu. Kami akan ini, kami akan itu. Akan, akan, akan terus sampai kapan?” ujar Kenz yang ditemui VoxNtt.com di luar ruang RDP.

Kenz mengaku dirinya sudah meminta Dinsos agar turun langsung ke lokasi-lokasi bermasalah.

“Harus usut sampai tuntas. Masyarakat tidak butuh kata “Akan”. Jangan permainkan hak masyarakat,” tandasnya.

Sekretaris Dinas Sosial Andre Pentury, mengatakan pihaknya akan melakukan pantauan langsung bersama DPRD TTS di desa-desa yang bermasalah soal PKH.

Penulis: Long
Editor: Ardy Abba

Dinsos TTS DPRD TTS TTS
Previous ArticleTerkait Tambang, Wili Nurdin: DPRD Matim Jangan Seperti Kucing Sembunyi Kuku
Next Article Video: Fakta-Fakta tentang Warloka, Pelabuhan Kuno di NTT yang Tinggal Kenangan

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.