Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kaki Lena Hills, Spot Wisata Populer Saat Ini di Ende
NTT NEWS

Kaki Lena Hills, Spot Wisata Populer Saat Ini di Ende

By Redaksi2 September 20203 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengunjung di Kaki Lena Hills nampak berfoto dengan latar belakang panorama Kota Ende pada malam hari (Foto: Copy Right)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Kaki Lena Hills adalah salah satu spot wisata baru di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur. Spot wisata ini menjadi ‘naik daun’ belakangan dengan menawarkan lokasi yang unik dan strategis.

Spot wisata Kaki Lena Hills berada di Jalan Sam Ratulangi, Kelurahan Paupire, Kecamatan Ende Tengah. Persisnya di samping Kampus I Universitas Flores.

Letak spot wisata ini memang sangat strategis di bukit ketinggian dengan menawarkan pemandangan kota secara utuh.

Bahkan Gunung Meja yang menjadi ikon Kota Ende dan pegunungan lain dapat dipandang secara kasat mata. Cocok untuk wisatawan instagramable.

Owner Kaki Lena Hills, Ahmad Karman Sadokaki memilih tempat ini atas inspirasi dari beberapa spot wisata di Ende. Kata dia, Kaki Lena Hils disulap sebagai obyek wisata modern yang disajikan dengan berbagai ala kadar masa kini.

Para pengunjung saat acara soft opening Kaki Lena Hills pada Selasa 1 September 2020 (Foto: Iyan)

Ia menambahkan, spot wisata itu juga disediakan cafe dan resto. Selain berfoto ceria, pengunjung juga dapat bersantai-santai sambil mencicipi ala kadar modern.

“Sebenarnya ini adalah lahan tidur yang selama ini tidak dimanfaatkan. Jadi, saya berpikir lahan ini juga berpotensi untuk kembangkan pariwisata,” kata Karman kepada wartawan di Bukit Kaki Lena Hills, Rabu (02/09/2020).

“Saya bangun di sini memang tujuannya menjual view. Nah, memang beberapa wisatawan asing sudah berencana ke sini, ya untuk melihat pemandangan. Saya yakin mereka akan berlama-lama di sini,” sambung dia.

Ia memastikan, Kaki Lena Hills saat ini telah dibuka secara umum setelah upacara seremoni opening oleh Bupati Ende H. Djafar Haji Achmad pada 1 September petang.

Spot wisata Kaki Lena Hills dipotret dari udara (Foto: Copy Right)

“Cafe sudah dibuka, kalau resto dibuka tanggal 7 September nanti. Mulai saat ini karcis masuknya 10 Ribu saja. Nah, karcis itu juga bisa ditukar dengan soft drink,” tutur Karman.

Pengangguran Berkurang

Bupati Ende H. Djafar H. Achmad menegaskan bahwa Pemkab Ende mendukung langkah putra daerah menciptakan obyek wisata baru.

Menurutnya, langkah itu secara tak langsung mendukung pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Ende.

“Ini langkah yang sangat inovatif yang dibuat oleh saudara Karman. Ini juga bentuk ide kreatif baik bagi diri sendiri, orang muda maupun masyarakat di sekitarnya,” kata Bupati Djafar dalam acara soft opening Kaki Lena Hills, Selasa (01/09/2020) malam.

Djafar menegaskan, Kabupaten Ende dijadikan kota transit, kota perdagangan dan kota pariwisata. Hal itu lantaran didukung dengan sirkulasi atau perputaran keuangan urutan kedua di NTT.

Dengan itu ia berharap agar gagasan inovasi yang diterapkan oleh orang semacam itu perlu ditingkatkan dengan proses managemen pengelolaan secara profesional.

“Ini menjadi tempat refresing yang baik, yang unik. Untuk itu harus berjalan secara profesional,” tegas Bupati Djafar.

Mengenai profesionalitas juga ditegaskan Ketua DPRD Ende Fransiskus Taso, saat itu pula. Menurutnya, terobosan-terobosan baru terutama pada bidang pariwisata mesti dilaksanakan secara profesional.

Sebab, kepariwisataan merupakan target pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Imbas dari wisata premium Labuan Bajo, kata Fransiskus, mesti disiapkan secara serius terutama di Kabupaten Ende.

“Jangan sampai kita keluarga, kita gratis. Juga pengunjung harus menikmati secara profesional,” kata Fransiskus.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKeluarga Non Muslim di Maumere Terkejut Dapat Bantuan Rumah dari AMCF
Next Article Terkait Dugaan Korupsi dan Pemecatan Guru, Security Larang Wartawan Wawancara Kepala SMKN 1 Wae Ri’i

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.