Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pilkada»Tokoh Masyarakat Jiwuwu Ajak Pilih IE RAI di Pilkada Sabu Raijua
Pilkada

Tokoh Masyarakat Jiwuwu Ajak Pilih IE RAI di Pilkada Sabu Raijua

By Redaksi31 Oktober 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Tokoh masyarakat Jiwuwu, Lobo Pau. (Foto: Ist).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Seba, voxntt.com-Ada yang menarik ketika Calon Wakil Bupati Sabu Raijua, Tobhias Uly melakukan kampanye terbatas di Desa Jiwuwu, Kecamatan Sabu Tengah, Kabupaten Sabu Raijua.

Saat sesi tanya jawab, salah satu tokoh masyarakat Jiwuwu, Lobo Pau, justru mengisahkan kembali tentang jasa Almarhum Aurelius Augustinus Uly, yang tidak lain adalah ayah kandung Tobi Uly.

Lobo Pau mengaku punya kenangan yang tidak bisa dilupakan tentang sosok mendiang ayah Tobi Uly.

“Saya sudah lihat kebaikan Bapaknya. Ia terlalu baik. Mungkin karena terlalu baik, maka anak-anaknya jadi begini,” ujar Lobo Pau dalam bahasa daerah.

Ia mengisahkan, pada tahun 1965-1966, ada pembantaian besar-besaran terhadap orang-orang yang dituding terlibat PKI. Peristiwa memilukan itu juga terjadi di Sabu.

Dari Sabu Tengah (dulu masih Kecamatan Sabu Timur, red), ada beberapa nama yang dituding masuk dalam kelompok PKI.

Sebagai seorang guru, ayah Tobi Uly juga diperintahkan untuk terlibat dalam pembantaian massal. Sebuah perintah yang tidak dapat ditolak, karena dapat dikaitkan dengan PKI. Namun, ayah Tobi justru berani mengatakan bahwa orang-orang itu bukan bagian dari PKI, sehingga mereka tidak jadi dibunuh.

“Kalau Bapa tanda tangan surat, berarti dia membenarkan orang itu bagian dari PKI dan harus dibunuh. Tapi dia tidak tanda tangan, sehingga orang-orang dari Sabu Timur tidak dibunuh,” katanya.

“Sekarang, anaknya (Tobi Uly) sudah datang kembali dan berdiri untuk jadi bapak bagi kita semua. Kita tentu tidak bisa balas jasa baik bapaknya. Kita hanya bisa balas kepada anaknya dengan cara pilih IE RAI,” ungkap Lobo Pau yang langsung disambut dengan tepukan tangan meriah dari masyarakat yang hadir dalam kampanye terbatas.(VoN)

IE RAI Sabu Raijua
Previous ArticleKapan Hujan Reda-Antologi Puisi Latrino lele
Next Article Tergiur Tawaran Anak Jadi PNS Tanpa Tes, Warga TTU Diduga Tertipu Puluhan Juta Rupiah

Related Posts

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

NTT Mart Sabu Raijua Diluncurkan, Wagub NTT Sebut Bukan Sekadar Pusat Perbelanjaan

19 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.