Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Mengintip Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Selama Pandemi di Ende
Pendidikan NTT

Mengintip Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus Selama Pandemi di Ende

By Redaksi6 November 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Salah seorang guru SLB Negeri Ende sedang mengajar siswa berkebutuhan khusus dalam penerapan metode pembelajaran home visit (Foto: Dok. SLB)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sejak pandemi Covid-19 merebak Tanah Air pada Maret 2020 lalu, semua aktivitas masyarakat serentak terhenti, tidak terkecuali pembelajaran di sekolah. Pemerintah menyiasati itu dengan beragam cara, salah satunya menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Lalu, bagaimana terhadap anak berkebutuhan khusus dengan ragam disabilitas di lembaga Sekolah Luar Biasa (SLB)? Apakah metode PPJ efektif bagi mereka?

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SLB Negeri Ende, NTT Yulita D. Dhambo ternyata telah menyiapkan metode pembelajaran khusus terhadap para siswanya. Salah satu metode yang diterapkan ialah layanan bimbingan konseling ‘home visit’ atau kunjungan rumah.

Yulita menjelaskan bahwa anak berkebutuhan khusus ialah individu yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial. Sehingga anak-anak sangat memerlukan penanganan khusus yang berbeda penanganan anak normal biasanya.

“Wabah ini memang tantangan buat kita di lembaga pendidikan. Sejak tahun ajaran baru, KBM kami lakukan dengan cara kunjungan rumah per masing-masing anak. Jadi, ini metode yang kami terapkan,” ujar Yulita kepada VoxNtt.com, Kamis (05/11/2020) siang.

Selama proses pembelajaran kunjungan rumah, para guru tetap menerapkan tata protokol kesehatan. Hal itu berdasarkan anjuran pemerintah demi menekan penyebaran virus corona.

Yulita menerangkan terhadap anak berkebutuhan khusus sistem pembelajaran cenderung fokus pada keterampilan yang menjurus langsung pada dunia kerja.

“Berbeda dengan anak normal karena dominan pada sisi akademik. Kita fokus pada keterampilan anak,”katanya.

Ia menyebutkan, untuk siswa pada tingkat SMA luar biasa sistem pembelajaran keterampilan 80 persen dan akademik 20 persen. Sedangkan SMP luar biasa 60 persen keterampilan dan 40 persen akademik.

“Jadi damping per masing-masing siswa dari hari Senin sampai Jumat. Hari Sabtu itu nanti guru terima LKS,” ujar Yulita.

Adapun tantangan selama penerapan pembelajaran metode home visit terhadap anak-anak. Mereka kurang berkonsentrasi mengikuti pembelajaran dan rentan lebih dekat dengan orangtua.

“Kalau mereka tahu ada guru mau datang, mereka lari ke orangtua. Kurang konsentrasi dan lebih suka bermain. Berbeda sikap mereka selama di sekolah sebelumnya,” kata Yulita.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleKekhususan Wilayah Harus Menjadi Materi Penting RUU Tentang Provinsi NTT
Next Article Bripka Andi Dharma Galang Donasi untuk Bayi 6 Bulan Penderita Sakit Jantung

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

“Dari Benih ke Pohon”, SMK Negeri 3 Komodo Terus Tumbuh di Usia yang ke-6 Tahun

21 Mei 2026

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

11 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.