Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NASIONAL»Kompak Indonesia Desak KPK Periksa Gubernur dan Bupati yang Diduga Korupsi Dana Bansos Covid-19
NASIONAL

Kompak Indonesia Desak KPK Periksa Gubernur dan Bupati yang Diduga Korupsi Dana Bansos Covid-19

By Redaksi16 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Kompak Indonesia, Gabriel Goa saat mendatangi kantor KPK
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI segera memeriksa Gubernur dan Bupati yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana bansos Covid-19 untuk kepentingan Pilkada 2020.

Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa dalam rilis yang diterima VoxNtt.com, Sabtu (16/01/2021), mengatakan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia menarik untuk diawasi oleh semua pihak. Hal itu karena Satgas Covid-19 langsung di bawah Menko Ekuin dan bukan lagi secara otonom oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Gabriel, ada banyak fakta yang membuktikan bahwa rakyat Indonesia tidak serius dalam pencegahan pandemi Covid-19.

Bahkan memanfaatkan alasan pandemi Covid-19 untuk melakukan korupsi dana bansos virus Corona.

Sebab itu, Gabriel mendesak KPK RI untuk tidak hanya fokus kepada mantan Mensos yang di OTT beberapa waktu lalu, tetapi juga memeriksa dan memroses hukum Gubernur dan Bupati yang diduga kuat melakukan tindak pidana korupsi terhadap dana bansos Covid-19 untuk kepentingan Pilkada 2020.

Tidak hanya itu, ia juga mendesak lembaga antirusuah untuk mengawasi khusus Menko Ekuin, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya Mineral, Menteri BUMN dan Menteri Kesehatan RI serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota terkait penyerapan APBN dan APBD di tengah pandemi Covid-19 agar tidak disalahgunakan alias dikorupsi.

“Selain itu, yang proaktif dalam impor vaksin dari China adalah Menteri BUMN dan Menkes yang berlatarbelakang pengusaha dan bankir,” ujar Gabriel.

Fakta lain juga menurut dia, yakni terkait perilaku Negara Tiongkok terhadap Indonesia yang selalu menimbulkan resistensi.

Perilaku tersebut seperti praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus operandi pengantin pesanan asal Jawa Barat dan Kalbar, pelarangan awak kapal korban TPPO asal NKRI ke laut, penangkapan ikan di perairan Indonesia, konflik Laut China Selatan, TKA asal Tiongkok di wilayah NKRI dan adanya sejumlah drone milik Tiongkok di perairan Indonesia.

“Mengapa kita harus impor vaksin dari Tiongkok bukan dari negara lainnya?” tanya Gabriel.

Sebab itu, Gabriel mendesak KPK RI untuk melakukan audit investigasi terhadap pengadaan vaksin asal Negeri Tirai Bambu alias Negara Tiongkok.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Kompak Indonesia KPK Nasional Virus Corona
Previous ArticleSatu Lagi Tersangka Kasus Jual Beli Tanah Keranga Tiba di Kupang
Next Article Cegah Covid-19, Bupati TTU Aktifkan Kembali Posko Hingga Tingkat Desa

Related Posts

Stafsus Menteri HAM: Wartawan Hukum Mitra Strategis Penegakan HAM

2 Agustus 2026

Kompak Indonesia Minta Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Diusut hingga Aktor Utama

24 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.