Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Sektor Pertanian Jarang Diperhatikan Pemerintah di NTT
Ekbis

Sektor Pertanian Jarang Diperhatikan Pemerintah di NTT

By Redaksi13 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pengamat kebijakan publik, Stefan Gandi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT– Direktur Indojet Aviasi dan Nasional Stefanus Gandi menilai sektor pertanian jarang diperhatikan pemerintah di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Padahal potensi pada sektor pertanian sangat besar di NTT. Persentase masyarakat yang menekuni profesi pertanian menurut Stefan, mencapai 80 persen.

Lahir dari situasi tersebut, ia kemudian akan menghadirkan media massa cetak yang fokus mengulas bidang pertanian.

“Awal bulan kemarin saya meminta beberapa jurnalis ke beberapa kabupaten di Flores. Yang kita gali adalah sektor pertanian yang mana saya melihat bahwa pemerintah kita kurang memberikan perhatian lebih terhadap sektor pertanian. Ini agak ironis karena masyarakat kita yang berprofesi sebagai petani itu mencapai 80%,” kata Stefan saat hadir sebagai pemantik diskusi dalam Rakorda Forkoma PMKRI NTT di Rumah SVD Ketentang Labuan Bajo, Manggarai Barat, Sabtu (11/12/2021).

BACA JUGA: Forkoma PMKRI NTT Didorong Kembangkan Karakter Bisnis

Menurut dia, dalam konteks bisnis kreatif tentu saja banyak yang bisa dikembangkan dari sektor pertanian. Sebab itu, ia mengajak agar tidak terlalu berpikir untuk menjadi PNS.

Apalagi cara pandang yang menyekolahkan anak-anak hanya untuk menjadi PNS justru ia nilai keliru.

“Bukan mau mengecilkan PNS itu memang digaji seumur hidup tapi dibandingkan dengan pengusaha jauh berbeda sekali. Waktunya berbeda penghasilan juga limited,” tambahnya.

BACA JUGA: Ucapan Terima Kasih yang Tulus untuk Stefan Gandi

Ia kemudian mengajak seluruh anggota Forkoma PMKRI NTT untuk bekerja sama dalam hal konsultasi seputar agenda-agenda yang mesti digarap bersama ke depannya.

“Saya membuka diri untuk konsultasi lebih jauh artinya bisa merekomendasikan untuk seperti apa ke depannya karena saya juga akan menggandeng Kampus Unika Ruteng untuk kajian ilmiah berbasis pertanian. Jadi nanti kita bisa lihat potensi apa yang bisa kita kembangkan ke depan. Jadi saya hadir di sini juga membuka diri untuk konsultasi seperti apa yang kita bisa garap bersama ke depan,” katanya.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Forkoma PMKRI Labuan Bajo Manggarai Stefan Gandi
Previous ArticleForkoma PMKRI NTT Didorong  Kembangkan Karakter Bisnis 
Next Article Tahanan Tewas dalam Sel Mapolsek, Kapolda NTT Copot 4 Anggota Polres Sumba Barat

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.