Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Keuskupan Ruteng Dorong Pariwisata Holistik dalam Sidang Pastoran Post Natal
KOMUNITAS

Keuskupan Ruteng Dorong Pariwisata Holistik dalam Sidang Pastoran Post Natal

By Redaksi3 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gereja katedral Ruteng (Foto: Dok. Keuskupan Ruteng)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Sidang Pastoral Post Natal Keuskupan Ruteng berlangsung dari tanggal 4 hingga 7 Januari 2022 di Rumah Retret Putri Karmel Wae Lengkas, Ruteng.

Sidang ini mengangkat tema “Pastoral Pariwisata Holistik (Berpartisipasi, Berbudaya, dan Berkelanjutan)”.

Sekjen Keuskupan Ruteng, RD. Manfred Habur menjelaskan, tema tersebut dianggap sangat perlu karena mengacu pada situasi dan kondisi wilayah operasional Keuskupan Ruteng yang kini tengah didera “hingar-bingar” pariwisata super Premium.

“Lebih dari itu keterlibatan sosial profetis Gereja di tengah dunia berpangkal dari jati dirinya sebagai persekutuan murid-murid Kristus yang bersolider dengan “suka dan duka, harapan dan kecemasan masyarakat” (GS. 1) demi mewujudkan pariwisata yang mengabdi kesejahteraan umum khususnya masyarakat lokal, menghargai martabat pribadi manusia, berakar dan bertumbuh dalam budaya dan spiritualitas lokal serta merawat kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Pastor Manfred menjelaskan, pariwisata holistik adalah pariwisata yang meliputi pelbagai aspek yang mendukung kesejahteraan manusia yang utuh dan terintegrasi dengan keutuhan ciptaan. Karena itu, pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada kesejahteraan ekonomi.

“Untuk itu diperlukan partisipasi masyarakat lokal, integrasi nilai kultural dan spiritual setempat, dan pelestarian lingkungan alam dalam seluruh pembangunan pariwisata,” tambahnya.

Dalam sidang pastoral tersebut stakeholder pariwisata diundang untuk menyampaikan gagasan.

Adapun yang diundang yakni, Bupati Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat serta Direktris BPOLBF Shana Fatina dan Prof. Alksius Jemadu, Ph.D dari Universitas Pelita Harapan Jakarta yang memaparkan tema ‘Gereja dan Negara dalam Pengembangan Pariwisata Holistik: Dialog Kritis’.

Sidang tersebut dihadiri oleh pimpinan Keuskupan Ruteng, Pastor Paroki, Pimpinan Lembaga, dan tokoh umat.

Diskusi yang digelar baik dalam kelompok maupun pleno diharapkan dapat semakin memperkaya dan mempertajam arah dasar maupun program-program pastoral Tahun Pariwisata Holistik 2022 Keuskupan Ruteng.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

Keuskupan Ruteng Manggarai
Previous ArticleBanjir Rendam Labuan Bajo Simbol Buruknya Tata Kota
Next Article Inovasi Baru Pemda Malaka, Selasa dan Jumat ASN Berbusana Adat

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.