Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Ada yang Lulus THL Tetapi Tidak Ikut Tes Kompetensi
HEADLINE

Ada yang Lulus THL Tetapi Tidak Ikut Tes Kompetensi

By Redaksi23 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah THL diterima di ruang rapat DPRD Matim
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kisruh kelulusan Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Kesehatan Manggarai Timur (Dinkes Matim) hingga kini terus berlanjut.

Rabu, 22 Maret 2017, puluhan THL yang tidak terakomodir oleh Dinkes Matim tahun 2017 kembali mendatangi kantor DPRD setempat untuk menyampaikan protes.

Sebelumnya, pada 20 Maret 2017 mereka juga mendatangi kantor DPRD dan meminta dewan sebagai mitra pemerintah kabupaten Matim segera mengusut dugaan penyimpangan dalam penentuan kelulusan THL tahun 2017 oleh Dinkes Matim.

Saat tatap muka dengan sejumlah anggota DPRD, para perawat dari beberapa puskesmas ini menyebut ada THL yang dinyatakan lulus oleh Dinkes tidak melalui uji kompetensi.

Padahal, uji kompetensi merupakan salah satu tahap yang wajib dilalui oleh semua peserta THL.

“Ada yang tidak ikut uji kompetensi, tapi lulus. Kami punya data itu,” kata Kordinator Rombongan, Chen Joma di hadapan rapat Komisi C DPRD Matim, Rabu (22/3/2017).

Baca: Agas Anjurkan Tenaga Medis Demo di Kantor Dinkes

Temuan tersebut lanjut Chen, semakin kuat ketika pihak Dinkes tidak mau menjelaskan standar dan besaran bobot tiap variabel penilaian dalam menentukan hasil akhir seleksi.

Apalagi saat sesi tes wawancara peserta hanya ditanya hal-hal biasa dan tidak terkait dengan kompetensi bidang.

“Kita hanya ditanya nama, asal, alamat, status, lama kerja dan jarak dari rumah ke tempat kerja. Masa tidak bisa jawab itu?,” ujar Chen.

Baca: THL Desak DPRD Copot Sekretaris Dinkes Matim

Karena itu, puluhan tenaga medis ini meminta surat keputusan (SK) penetapan THL Dinkes Matim tahun 2017 segera dibatalkan.

Menurut mereka, permintaan tersebut wajar sebab SK itu lahir dari proses yang tidak jujur dan sarat kolusi.

“Ada tenaga sukarela yang baru tugas 3-8 bulan diangkat jadi THL. Padahal dalam pengumuman Dinkes sekurang-kurangnya 1 tahun,” kata Chen. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleDilantik Terlambat, Dua Bulan Gaji Pejabat Eselon di Manggarai Tidak Dibayar
Next Article Warga Rai Poco Ranaka Kesulitan Mendapatkan Air Minum Bersih

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Desa Lotas Rawan Longsor dan Belum Memiliki Batas Wilayah yang Jelas

8 Maret 2026

Pelantikan Sekda Ngada Tanpa Persetujuan Gubernur Dinilai Bermasalah

7 Maret 2026

Mari Minum dan Membasuh Diri dari Sumber Air Hidup Kekal

7 Maret 2026

51 Relawan Dapur SPPG Wolowae Ikuti Pelatihan Penjamahan Makanan, Cegah Keracunan MBG

7 Maret 2026

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.