Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Mantovanny Tapung: Literasi Menulis Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka
VOX GURU

Mantovanny Tapung: Literasi Menulis Dukung Implementasi Kurikulum Merdeka

By Redaksi23 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Dosen Unika St. Paulus Ruteng Dr. Mantovanny Tapung saat menjadi Juri sekaligus narasumber dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Manggarai yang berlangsung di SMK Indonesia Timur, Sabtu (23/04/ 2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Dosen Unika St. Paulus Ruteng Dr. Mantovanny Tapung menjadi Juri sekaligus narasumber dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Kabupaten Manggarai yang berlangsung di SMK Indonesia Timur, Sabtu (23/04/ 2022).

Kegiatan LKTI dibuat dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Di hadapan para guru pendamping dan wakil Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), Mantovanny menegaskan, gerakan literasi sekolah (GLS) sudah menjadi bagian penting dari implementasi kurikulum merdeka, sebagaimana yang tertuang dalam Keputusan Mendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran.

Dalam hal ini, literasi, numerasi dan pembelajaran yang berorientasi pada proyek profil pelajar Pancasila merupakan bagian penting dari implementasi Kurikulum Merdeka, yang mana pelaksanaan pembelajaran akan dijalankan dengan paradigma baru dan terdiferensiasi.

Menurut Dosen Filsafat Pendidikan Unika St. Paulus Ruteng itu, literasi menulis sebagai bagian penting dari Kurikulum Merdeka, yang mana pelaksanaan pembelajaran akan dijalankan dengan paradigma baru dan terdiferensiasi, pada tingkat harus sudah masuk level membudaya pada fase E (kelas 10 SMA/SMK), dan fase F (kelas 11-12 SMA/SMK).

Hal ini dikarenakan fase-fase ini, siswa sudah dituntut untuk bisa beradaptasi dengan pola/skema Teaching at the right level (TaRL), di mana pendekatan belajar yang tidak lagi mengacu pada tingkat kelas, melainkan mengacu pada tingkat kemampuan siswa.

BACA JUGA: Kepala SMK Swakarsa Ruteng Terpilih sebagai Ketua MKKS Manggarai

Menurut dia, Literasi menulis merupakan salah satu pra-syarat sekaligus pra-kondisi untuk bisa memasuki TaRL. Apalagi karakteristik vokasional dari pendidikan di SMK, di mana mereka disiapkan untuk terjun ke dunia usaha dan dunia industri, maka literasi, numerasi dan profil pelajar Pancasila memiliki peran penting, agar mereka tidak mengalami hambatan dalam mengaktualisasi dirinya.

Menurut Lulusan doktoral Universitas Pendidikan Indonesia itu, selain mendukung Kurikulum Merdeka dengan dengan paradigma baru dan terdiferensiasi, literasi menulis mendukung gagasan pembelajaran abad 21, di mana pelajar mesti miliki keterampilan personal dalam hal berpikir kritis dan berpikir kreatif, dan berketerampilan sosial seperti mampu berkolaborasi dan berkomunikasi.

“Keempat keterampilan ini sudah pasti harus didukung oleh kemampun literasi yang mumpuni. Sekolah-sekolah di Manggarai, terutama SMK perlu berupaya keras, agar keterampilan-keterampilan abad 21 membudaya dalam diri Pelajar Manggarai, agar mampu memiliki keunggulan komparatif dengan pelajar dari wilayah lain,” katanya.

BACA JUGA: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Kepala SMK di Manggarai Rumuskan Kebijakan Strategis

Dari 16 SMK yang ada di Kabupaten Manggarai, yang terlibat aktif dalam LKTI ini ada 10 sekolah, yakni: SMK Swakarsa Ruteng, SMK Negeri 1 Wae Ri’i, SMK Informatika St. Petrus Ruteng, SMK St. Aloisius, SMK Mutiara Bangsa Reok, SMK Karya, SMK Elanus Ruteng, SMK St. Matilda, SMK Indonesia Timur, dan SMK Widya Bhakti.

Setelah dilakukan proses penilaian dan penjurian, maka perolehan nilai sebagai berikut: SMK Swakarsa Ruteng (840), SMK Negeri 1 Wae Ri’i (838), SMK Informatika St. Petrus ( 836), SMK St. Aloisius (821), SMK Mutiara Bangsa Reok (815), SMK Karya (820), SMK Elanus Ruteng (837), SMK St. Matilda (823), SMK Indonesia Timur (832), SMK Widya Bhakti (792). Hasil hasil ini, peringkat 1-3 (SMK Swakarsa, SMK Wae Ri’i, SMK Elanus) akan melanjutkan level perlombaan ke tingkat provinsi, tentu dengan perbaikan dan penyempurnaan lagi.

Dalam menilai KTI yang disusun pelajar SMK ini se-kabuaten Manggarai ini, ada 11 item penilaian dengan presentasi ketercapaian setiap item sebagai berikut: Perwajahan (95%), Judul (95%), Intisari (91%), Sistematika (90%), Bahasa (85%), isi (82%), Metode (80%), Kebaruan (80%), Kedalaman (78%), Cara sitasi (76%), dan Kepustakaan/referensi (77%).

Dengan demikian, yang harus menjadi perhatian lagi dari siswa dan pendamping dalam menulis KTI ini antara lain, soal Kebaruan, Kedalaman, Cara sitasi, dan Kepustakaan/referensi.

Kegiatan LKTI ini ditutup dengan pemberian hadiah dan piala kepada sekolah yang meraih juara 1, 2 dan 3. [*]

Manto Tapung UNIKA Santu Paulus Ruteng Unika St. Paulus Ruteng
Previous ArticleMenyepi Tanpa Puisi
Next Article Ini Catatan GMNI Belu Soal Satu Tahun Kepemimpinan AT-AHS

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026

Kompetisi Digital Marketing PAF–Unika Ruteng Tahap I Berakhir, Pemenang Diumumkan saat Dies Natalis ke-67

20 Februari 2026
Terkini

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.