Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Produk Makanan Organik Peluang Ekspor ke Amerika
Ekbis

Produk Makanan Organik Peluang Ekspor ke Amerika

By Redaksi27 September 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
healthy groceries, oregano, melon, bread, cherry tomatoes isolated on white
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNtt.com-Produk makanan organik berpeluang menjadi produk ekspor Indonesia ke Amerika. Kementerian Perdagangan menyebut produk makanan organik dan mengandung unsur alami banyak dicari konsumen di Amerika Serikat sehingga dapat berpeluang untuk diekspor ke negara adidaya itu.

“Ketika barang tidak banyak di seluruh dunia, konsumen akan menunggu, seperti barang atau makanan yang organik, berasal dari sumber alami. Ini sedang banyak dicari warga Amerika Serikat karena gaya hidup sehat sedang berkembang di sana,” kata Kepala Pusat Penanganan Isu Strategis Kementerian Perdagangan, Ni Made Ayu Marthini, kepada antaranews.com di Jakarta, Minggu (26/09/2016)

Marthini mengatakan, bisnis makanan dan minuman merupakan bidang usaha yang menjanjikan dan bisa bersaing meskipun ekonomi dunia sedang krisis.

Menurut dia, peluang Indonesia memasuki bisnis makanan organik pun sangat besar dengan keadaan geografis maupun geologi yang mendukung industri pertanian jangka panjang sehingga makanan dan minuman, terutama berbahan alami dan organik menjadi komoditas andalan.

Ia menjelaskan Indonesia bisa menyaingi China sebagai negara kemitraan terbesar Amerika Serikat karena China memiliki lahan pertanian yang kering dan tandus akibat pengembangan industri besar-besaran.

Adapun sebagai contoh, ia menyebut produk kelapa hijau menjadi ide bagi para eksportir yang ingin mengambangkan usahanya ke Amerika Serikat.

“Produk kelapa di Amerika Serikat dianggap sehat dan dunia pun juga lagi butuh karena tinggi permintaan. Sekarang yang sudah kita ekspor butiran air kelapa. Air kelapa banyak dikonsumsi setelah olahraga yoga dan berguna untuk menurunkan berat badan,” lanjut Marthini.

Menurut data Kementerian Perdagangan, penjualan makanan dan minuman pada 2010-2015 ke AS tumbuh 1,7 persen atau sebesar 9,4 miliar dolar Amerika Serikat dengan total 302,5 miliar dolar Amerika Serikat. (VoN)

Previous ArticleTerkait Reforma Agraria, Ini Tiga Program Kementrian ATR/BPN
Next Article Hati-Hati Musim La Nina Berdampak Buruk Pada Kualitas Kopi

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Perkuat Kedamaian dalam Bingkai Toleransi, Benny Harman Buka Puasa Bersama Umat Muslim di Labuan Bajo

27 Februari 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.