Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Peringati Dies Natalis, PMKRI Ruteng Latih Warga Penolak Geothermal Poco Leok Buat Pakan Fermentasi
HEADLINE

Peringati Dies Natalis, PMKRI Ruteng Latih Warga Penolak Geothermal Poco Leok Buat Pakan Fermentasi

PMKRI menemukan bahwa CSR yang diberikan PLN hanya menyasar kepada warga yang setuju dengan perluasan Geothermal Ulumbu. 
By Redaksi16 September 20233 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Masyarakat penolak perluasan Geothermal Ulumbu mengikuti pelatihan pembuatan pakan fermentasi bersama anggota PMKRI Ruteng
Masyarakat penolak perluasan Geothermal Ulumbu mengikuti pelatihan pembuatan pakan fermentasi bersama anggota PMKRI Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Ruteng Santu Agustinus mengadakan pelatihan pembuatan pakan fermentasi bagi warga Poco Leok yang menolak rencana pengembangan Geothermal Ulumbu, Sabtu (16/09/2023). Kegiatan ini dalam rangka Memperingati Dies Natalis 54 tahun PMKRI Ruteng.

Diketahui, pakan fermentasi merupakan pakan ternak yang telah melalui proses perubahan struktur kimia yang dibantu oleh enzim mikroorganisme seperti bakteri dan jamur.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Ruteng Santu Agustinus, Laurensius Lasa, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian organisasi kemahasiswaan Katolik tersebut untuk warga Poco Leok yang menolak rencana pengembangan Geothermal Ulumbu.

“Ini merupakan kepedulian dan inisiatif kami di PMKRI Cabang Ruteng untuk memberdayakan masyarakat adat Poco Leok di tengah penolakan mereka (warga) terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Manggarai dalam mengembangkan Geothermal Ulumbu di Poco Leok,” jelas Laurensius kepada VoxNtt.com, Sabtu malam.

Selain itu, pria yang kerap disapa Loin itu menjelaskan, tujuan program pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi agar dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Ini juga untuk menunjang kestabilan ekonomi di tengah aktivitas penolakan warga terhadap rencana pengembangan Geothermal Ulumbu di Poco Leok.

Warga, kata dia, sempat mengeluh. Sebab, mereka harus melepas kesibukannya sehari-hari sebagai peternak karena menghabiskan waktunya untuk mengadang aparat kepolisian bersama PLN yang hendak ke wilayah itu.

“Atas dasar itu kami berinisiatif untuk melakukan pelatihan agar warga yang menolak geothermal memiliki kestabilan ekonomi dan tetap konsisten untuk mempertahankan hajat hidupnya di Poco Leok,” ujar Loin.

Loin juga mengungkapkan hasil advokasi PMKRI Ruteng terkait pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PLN berupa bantuan babi beberapa waktu lalu.

PMKRI menemukan bahwa CSR yang diberikan PLN hanya menyasar kepada warga yang setuju dengan perluasan Geothermal Ulumbu.

“Tentu ini menyimpang dari konsep keadilan dalam hidup bernegara. Sehingga kami pun hadir untuk memberdayakan warga Poco Leok yang menolak geothermal sesuai dengan potensi yang dimiliki warga,” pungkas Loin.

Katarina Emuk seorang ibu peternak babi yang menolak perluasan geothermal merasa senang dengan adanya inisiatif dari PMKRI Ruteng yang menggelar pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi.

“Emet neho dakun, senang keta laku (kalau menurut saya, saya sangat senang),” ucap Katarina.

Berdasarkan pengalamannya, selama ini ia baru mendapatkan uang sekitar empat sampai lima juta rupiah, ketika babi berumur satu atau dua tahun.

“Sehingga one mai kegiatan ho’o bao lami baen co’o caran pande pakang kut gelang dapat seng (sehingga dari kegiatan ini kami mendapat cara untuk membuat pakan babi supaya cepat mendapatkan uang). Jadi, terima kasih keta lami (Jadi, kami mengucapkan terima kasih),” katanya.

Sementara itu, warga lain Tadeus Sukardin menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menduga bakal mendapatkan pelatihan dari PMKRI.

“Kalau selama ini kan, kita selalu mengharapkan tim dari pemerintah untuk melakukan pelatihan-pelatihan seperti ini agar dapat memperbaiki perekonomian kami di sini, tapi sampai sekarang belum ada,” ungkap Tadeus.

Tadeus menambahkan, situasi Poco Leok saat ini sangat miris, di mana warga melepaskan pekerjaan pokoknya masing-masing. Sebab, mereka menghabiskan waktunya untuk mengadang pihak PLN yang hendak masuk ke wilayah itu. Sehingga kegiatan ini dapat mengurangi beban bagi warga ketika melakukan aktivitas penolakan terhadap pengembangan geothermal.

“Jujur saja, selama ini waktu kami terkuras hanya untuk menjaga pihak PLN agar tidak boleh masuk. Sehingga kami mengabaikan pekerjaan pokok kami masing-masing termasuk beternak. Justru, geliat hari ini akan membantu kami ketika ada hal-hal yang berkaitan dengan geothermal,” ungkap Tadeus.

Penulis: Igen Padur

Kabupaten Manggarai Manggarai PLTP Ulumbu PMKRI Ruteng Poco Leok
Previous ArticleResmi Beroperasi, Rumah Sakit Pratama Reo Serap 43 Tenaga Medis
Next Article Tiga Lembaga di Manggarai Kompak Atasi Masalah Pemilih Potensial Non e-KTP

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.