Ruteng, VoxNTT.com – Wilibrodus Engeltus Rian, menyatakan kesiapannya maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Loce, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Ia mengusung slogan “Muda Berkarya, Desa Berdaya” dengan menawarkan sejumlah program pembangunan yang berfokus pada pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan keterlibatan generasi muda. Wilibrodus mengatakan Desa Loce memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurut dia, sektor pertanian dan peternakan perlu diperkuat melalui pemberdayaan petani dan peternak, pendampingan kelompok usaha, peningkatan produktivitas, serta perluasan akses pasar. “Desa Loce memiliki banyak potensi yang dapat menjadi kekuatan untuk mendorong kemajuan bersama. Yang dibutuhkan adalah kerja sama, keterbukaan, dan…
Penulis: Redaksi
Oleh: Fortunatus Hamsah Manah Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Di tengah dunia yang berubah dengan sangat cepat, pertanyaan tentang identitas nasional menjadi semakin relevan. Globalisasi, revolusi digital, perkembangan kecerdasan buatan, migrasi budaya, serta pertarungan ideologi global telah menciptakan situasi baru yang membuat banyak bangsa mempertanyakan kembali jati dirinya. Kemajuan teknologi memang berhasil memperpendek jarak geografis, tetapi pada saat yang sama sering kali memperlemah ikatan kultural dan kebangsaan. Manusia modern semakin terhubung secara digital, tetapi belum tentu semakin terikat secara sosial. Indonesia pun tidak luput dari tantangan tersebut. Di tengah derasnya arus informasi, budaya populer global, dan perubahan sosial yang berlangsung begitu…
Oleh: Pater Darmin Mbula, OFM Anggota Dewan Perguruan Tinggi (DPT), Perguruan Tinggi Nasional (DPN) dan Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Literasi dan numerasi Pancasila adalah dua mata air jernih yang menghidupi Peradaban Cinta (Civilization of Love), sebab cinta yang sejati tidak hanya membutuhkan hati yang hangat, tetapi juga pikiran yang tercerahkan. Literasi mengajarkan manusia membaca kisah-kisah kehidupan dengan empati, memahami penderitaan sesama, menghargai keberagaman, dan menemukan makna di balik setiap peristiwa, sementara numerasi menolongnya membaca realitas dengan jernih, mengukur ketidakadilan dengan bijaksana, dan merancang solusi yang berpihak pada kebaikan bersama. Dalam terang Pancasila, keduanya bertemu seperti akal dan…
Oleh: Paskalis Patut, OCarm Mahasiswa Pajak STPI Jakarta Fenomena Simbolik: Dekonstruksi Eskatologis Menuju Ruang Profan Fenomena simbolik yang mengapung di permukaan ruang publik jarang sekali bersifat netral; ia hampir selalu merupakan episentrum dari seismograf krisis kemanusiaan yang lebih dalam. Melalui lensa dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (2026), kita tidak sekadar menonton sinematografi atas penderitaan, melainkan menyaksikan sebuah epifani politik. Sebanyak 1.400 Salib Merah yang ditancapkan oleh jemari kokoh masyarakat adat Suku Awyu di tanah Papua Selatan melompat keluar dari pakemnya sebagai ornamen liturgis yang pasif. Ia menjelma menjadi sebuah “teks perlawanan” yang bernyawa. Secara fenomenologis, terdapat resonansi historis…
Oleh: Andra Geraldo Tak mengenal lelah dan waktu, Indonesia berdiri di antara para penjajah. Perjuangan kemerdekaan bukan hanya tentang pengakuan, tetapi jauh dari pada itu harga diri dan martabat manusia yang diperjuangkan. Mereka tidak mencari citra, mati hidup bukan soal ketenaran tetapi semangat untuk bebas dari penjajahan. Melihat kembali kisah perjuangan yang tak kenal siang dan malam adalah bukti bahwa kerja keras tak akan sia-sia. Para pejuang berusaha untuk berdiri di antara banyaknya senjata dan peluru yang berlari kian kemari. Kalau saja mereka tidak berdiri mungkin kita pun akan terus berada dalam penindasan. Perjuangan yang tak mudah melahirkan ide dan…
Oleh: Pater Darmin Mbula, OFM Anggota Dewan Perguruan Tinggi (DPT), Perguruan Tinggi Nasional (DPN) dan Ketua Presidium Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) Seiring berjalannya waktu, nama jurusan, gelar akademik, bahkan profesi yang dahulu dianggap menjanjikan dapat berubah, bergeser, atau kehilangan relevansinya di tengah arus perkembangan teknologi AI dan perubahan sosial yang begitu cepat. Namun, kapabilitas yang dibentuk melalui pendidikan tinggi, kemampuan berpikir kritis, belajar sepanjang hayat, berkolaborasi dengan sesama, berempati terhadap penderitaan manusia, memecahkan persoalan yang kompleks, serta keberanian untuk berinovasi demi kebaikan bersama, akan tetap hidup dan bertumbuh melampaui batas ruang dan zaman. Inilah nilai tertinggi perguruan tinggi: bukan…
(Minggu MB IX Tritunggal Mahakudus Tahun A; 31 Mei 2026; Kel 34: 4b-6.8-9; Mzm 3:52.53.54.55.56;2 Kor 13:11;13; Yoh 3:16-18) Persekutuan ilahi, persekutuan manusiawi, selalu berarti persekutuan ekologis. Kasih karunia, damai sejahtera, dan sukacita dari Allah yang berjalan dan menyertai manusia adalah pengalaman historis dan spasial selalu berdimensi ekologis Oleh: Rm. Inosensius Sutam 1 Tuhan yang Bersatu dan Berziarah Bersama Manusia Kita merayakan Tritunggal Mahakudus hari ini. Bacaan hari ini menyingkapkan hal itu. Allah adalah Allah persekutuan karena Satu Allah Tiga Pribadi. Allah itu dekat dengan manusia, Ia menyertai kita, dan mengasihi kita. 2 Allah Pengasih Bertemu Manusia, Berjalan Bersamanya Dalam…
Oleh: Melki Deni, S. Fil Sedang Studi Teologi di Universidad Pontificia Comillas, Madrid, Spanyol. Apa yang tidak dapat dimanipulasi pada era Kecerdasan Buatan saat ini? Masalah politik mana yang tidak rentan viral, dan begitu cepat menghilang dengan politik peralihan isu? Bagaimana kita dapat mengklaim adanya kebenaran universal, yang bebas dari kepentingan atau produksi narasi tertentu? Mengapa rasionalitas pemerintahan selalu berhadapan dengan kebenaran ketika berbicara tentang keadilan, distribusi kesejahteraan, korupsi, kepentingan partai, perintah sistem ekonomi kapitalis, hukum, kekuasaan, dan ilmu pengetahuan? Michel Foucault menawarkan perspektif radikal yang membongkar pemahaman tradisional mengenai kekuasaan, ilmu pengetahuan, dan kebenaran. Ketiga elemen ini tidak berdiri…
Labuan Bajo, VoxNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat mendorong seluruh Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) mulai menjalankan kegiatan usaha meski belum memiliki gerai koperasi. Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil-Menengah (Nakertranskop-UKM) Manggarai Barat, Fatinci Reynilda, mengatakan operasional koperasi tidak harus menunggu pembangunan gerai selesai. “Diharapkan tanpa adanya gerai koperasi pun, semua KDMP sudah mulai beroperasi,” ujar Fatinci saat dihubungi VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp, Jumat, 29 Mei 2026. Menurut dia, koperasi dapat memulai usaha sesuai kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa. Beberapa jenis usaha yang dapat dijalankan antara lain usaha sembako dan simpan pinjam. Fatinci menjelaskan, dari…
Labuan Bajo, VoxNTT.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan (Parekrafbud) melakukan evaluasi terhadap seluruh destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah. Evaluasi tersebut dilakukan menyusul insiden dua warga negara asing (WNA) asal Austria yang terjatuh dari jembatan gantung setelah papan jembatan yang mereka lintasi rusak dan ambruk. “Kami sedang lakukan evaluasi terhadap seluruh daya tarik wisata yang dikelola oleh Pemda,” tulis Kepala Dinas Parekrafbud Manggarai Barat, Peter A. Rasyid, dalam pesan WhatsApp saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Jumat, 29 Mei 2026. Peter menjelaskan, evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat kelayakan sarana dan prasarana yang tersedia di seluruh destinasi…
