Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Ketika Warga Pulau Mesa Krisis Air Bersih Selama Bertahun-tahun
Feature

Ketika Warga Pulau Mesa Krisis Air Bersih Selama Bertahun-tahun

By Redaksi18 Oktober 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pulau Mesa di Manggarai Barat, salah satu pulau berpenduduk yang kekurangan air bersih
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo,Vox NTT-Krisis air bersih masih dialami warga Pulau Mesa, desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Ashari, salah seorang warga Pulau Mesa kepada Vox Ntt, Selasa (18/10), di Kampung Ujung, Labuan Bajo menuturkan selama bertahun-tahun warga di pulau tersebut mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa  membeli air di Kota Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat.

Dia mengaku, hampir seluruh warga di pulau itu membeli air minum di  Labuan Bajo yang berjarak 15 Km dari pulau itu.

Sementara untuk cuci dan kebutuhan lainnya, mereka mengambil air dari sumur yang masih mengandung kadar garam cukup tinggi.

Krisis air bersih ini membuat pria 50 tahun ini banting haluan dari setiap hari turun mencari ikan di laut menjadi penjual air sejak 10 tahun lalu.

Foto: Ashari di atas kapal pengangkut air miliknya
Foto: Ashari di atas kapal pengangkut air miliknya

Dengan tangki air dan sejumlah jerigen  yang dimuat di atas perahu motor miliknya, Ashari setiap hari mengambil air di Labuan Bajo untuk kemudian dijual kepada warga di Pulau Mesa.

Namun dengan kapasitas tangki dan jerigen yang ia miliki, ayah dari lima orang anak ini hanya mampu mengangkut 8000 liter air per hari ke Pulau Mesa.

Padahal warga pulau itu berjumlah sekitar 1500 orang.

Air itu kemudian dijual dengan Rp 2.000 per jerigen ukuran 20 liter. Sementara air yang ia  beli dari PDAM Labuan Bajo dengan harga Rp 130.000 per tangki.

“Untungnya sedikit saja. Untuk sekali angkut dan setelah dipotong sama  biaya operasional, keuntungan bersih hanya Rp 300.000 saja,” ungkapnya.

Membantu Warga 

Menurut Ashari, krisis air bersih yang dialami warga Pulau Mesa itu, tidak sekedar dijadikan sebagai keuntungan bisnis semata. Di balik itu, ada rasa se-nasib kala  warga pulau Mesa harus minum air yang tak layak selama bertahun-tahun.

Keprihatinan ini yang membuat suami dari Siti (45) terus bekerja meski melawan gelombang dan cuaca buruk dari Labuan Bajo. Ia bahkan mengungkapkan masalah air bersih yang dialami warga Mesa erat kaitannya dengan masalah kesehatan.

“Jadi meski kapal motor saya pernah terbalik lantaran gelombang tinggi dan cuaca buruk, hal itu tidak membuat saya berhenti dari usaha ini” katanya.

Ashari mengaku sampai kapan pun, akan terus menggeluti usaha ini meski untungnya kecil. (Eyo/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePolisi Ringkus Bandar Bola Guling di Borong
Next Article Dugaan Konspirasi Raskin, Polres Mabar Grebek Toko Maha Putra di Labuan Bajo

Related Posts

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026

Pembeli Puas, Lapak Ikan Brigadir Oebesa Klaim Kantongi Izin Lengkap dan Kelola Limbah dengan Baik

23 Juni 2026

Rokok Ilegal Humer Diduga Kuasai 50 Persen Pasar Manggarai, Bea Cukai Turunkan Tim Penindakan

19 Juni 2026
Terkini

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Satlantas Polres Manggarai Patroli Malam, Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan Lalu Lintas

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.