Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Guru Dituntut Tingkatkan Profesionalisme
VOX GURU

Guru Dituntut Tingkatkan Profesionalisme

By Redaksi25 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi HUT PGRI
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Di moment peringatan HUT PGRI ke-72 ini, Senat Mahasiswa (Sema) STKIP St Paulus Ruteng menuntut para guru agar meningkatkan profesionalisme dalam bekerja.

“Kami melihat bahwa, selama ini guru belum mengoptimalkan salah satu kompetensi keahliannya, terkait dengan kompetensi profesional. Ada begitu banyak kasus yang menunjukkan bahwa guru belum maksimal dalam hal profesionalismenya,” ujar Ketua Sema STKIP Ruteng, Yohanes Jehadur dalam release yang diterima VoxNtt.com, Sabtu (25/11/2017).

Menurut Yohanes, ada guru di berbagai tempat yang mengajar asal-asalan. Kehadirannya membuat murid  sesal dan gusar.

Praktik demikian, kata dia, tentu saja bertolak belakang dengan amanat UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen pasal 10 ayat (1).

“Bagi kami sisi buruk potret lokal guru merupakan tamparan yang luar biasa dan tantangan yang sangat berat sebagai calon pendidik. Karena itu, pada peringatan kali ini pendidik harus meningkatkan profesionalismenya,” ujar Yohanes.

Dia menegaskan, guru yang profesional yakni bersedia menjadi insan pembelajaran. Selalu semangat untuk belajar. Ilmu dan pengalaman terus dikejar. Sikap dan tindakan tidak pernah gusar dan kehadirannya selalu ditunggu-tunggu.

Baca: Sema STKIP Ruteng Gelar Kegiatan LKMM

Lebih lanjut jelas dia, guru profesional bukan guru  yang selalu mengajar asal-asalan untuk anak-anak.

“Guru adalah junjung tombak pembangunan bangsa. Guru adalah penulis skenario pembelajaran bagi murid-muridnya, karena itu berikan suasana yang menyenangkan untuk belajar,” tukas Yohanes.

Penulis: Adrianus Aba

Kabupaten Manggarai
Previous ArticleKeberadaan Pub di Cepi Watu Resahkan Warga
Next Article Jelang Wisuda, FKIP Unipa Gelar Seminar K-13

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.