Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Aktivis Menduga Ada Korupsi Pengerjaan Irigasi di Paan Leleng
NTT NEWS

Aktivis Menduga Ada Korupsi Pengerjaan Irigasi di Paan Leleng

By Redaksi13 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat utusan peserta demo berdialog dengan bupati Yosef Tote di ruang kerjanya (Foto: Humas Pemda Matim)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Selain menuntut pendistribusian pupuk yang bertahun-tahun mandek, aktivis yang tergabung dalam aliansi petani Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) menyampaikan ada dugaan korupsi dalam pengerjaan irigasi di daerah itu.

Para petani yang didukung SRMI, LMND, dan GERTAK itu menggelar demonstrasi di Kantor Bupati dan DPRD Matim, Kamis (11/01/2018).

Baca: Aktivis Dengungkan Lagu “Kematian” Saat Aksi di Kantor Bupati Matim

Saat aksi itu, Koordinator Lapangan Aksi Firman Jaya menyampaikan ada proyek irigasi yang diduga dikorupsi di Desa Paan Leleng.

Irigasi itu digunakan hanya satu orang saja. Asas manfaatnya tidak dirasakan oleh masyarakat umum.

“Kami menduga ada korupsi. Pengerjaan irigasi itu sarat nepotisme. Jika ada nepotisme pasti ada korupsi di sana,” ujar Firman Jaya.

Baca: Sejak 2014 Pupuk Subsidi Tak Pernah Disalurkan ke Desa Paan Leleng

“Oleh karena itu pak Bupati, kami meminta bupati segera perintahkan Inspektorat untuk melaksanakan fungsi pengawasan di daerah ini. Jadi tugasnya Inspektorat harus melakukan proses penyeledikan di sana,” tambahnya.

Firman Jaya menegaskan, jika tidak segera ditanggapi oleh Pemkab Matim maka mereka akan melaporkan dugaan korupsi tersebut ke aparat penegak hukum.

Laporan itu nantinya diharapkan segera ada proses penyelidikan.

“Sehingga kalau terbukti akan dikenakan pidana. Biar keadilan ini bisa ditegakkan,” tegasnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTahun Politik, Bupati Deno Minta Gereja Terlibat Aktif
Next Article PPL di Desa Diimbau Awasi Praktik Politik Uang

Related Posts

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.